UN Jangan Diskriminatif

19

UNPalembang, BP

Meski data peserta UN 2016 belum final, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel memastikan setiap anak yang terdaftar sebagai peserta UN di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bisa ikut ujian. Termasuk jika ada siswa dalam keadaan khusus seperti hamil dan berhadapan dengan hukum tetap boleh mengikuti UN.

Kepala Disdik Sumsel Drs Widodo ,MPd, mengatakan, UN adalah hak bagi semua peserta didik yang telah terdaftar dalam catatan peserta UN. Melalui UN, siswa akan mendapatkan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN).

Baca:  Pelajar SMK Ditangkap Usai Ujian Nasional

“Panitia UN harus memfasilitasi siswa untuk melaksanakan UN 2015. Karena secara prinsip UN wajib diikuti oleh peserta didik yang ingin menyelesaikan sekolah dan mendapat status tamat. Jadi wajib untuk ditempuh,” kata Widodo belum lama ini.

Ia juga menjelaskan, siswa dalam kondisi psikologi khusus pun berhak mengikuti UN. Seperti tahun kemarin dilaporkan ada siswa kelas XII yang sedang dalam tahanan. Kendati sudah kelas filial (keturunan) tetap saja siswa harus didaftarkan untuk ujian.

Baca:  Tinjau UN, Bupati OKI Tak Mau Ganggu Siswa

“Tidak usah dibawa ke sekolah karena nanti tidak kondusif. Siswa bisa mengerjakan UN di Lapas dan panitia menyiapkan pengawas juga,” terangnya.

Hal sama juga diterapkan kepada siswa yang kedapatan sedang mengandung. Widodo menegaskan, tidak boleh ada diskriminatif kepada siswa yang bersangkutan.

“Harus diberi kesempatan. Jika sudah berada di RS pun, bila perlu datangi kalau memungkinkan untuk mengikuti ujian,” terangnya.#adk