Masyarakat Ingin Festival GMT Lebih Menampilkan Kearifan Lokal

17

Palembang, BP
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Palembang Darussalam melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin (7/3) sore. Aksi yang dilakukan AMPD ini sebagai bentuk ketidaksetujuan terhadap festival Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret mendatang, yang penyelenggaraannya justru tidak menonjolkan kearifan lokal.

“Jika memang festival GMT ini bagian dari promosi budaya dan menarik wisman ke Sumatera Selatan. Harusnya yang ditampilkan adalah budaya-budaya yang bercirikan Sumsel dan Palembang Darussalam,” kata Koordinator Lapangan, Tri Resta Yogias, Senin (7/3).

Menurutnya, tanggal 9 Maret yang bertepatan dengan hari raya Nyepi. AMPD tidak melarang adanya ritual-ritual keagamaan tertentu, selama dilaksanakan oleh umatnya sendiri dan tidak diakomodir oleh Pemprov Sumsel.

“Sangat disayangkan jika ritual keagamaan itu justru diakomodir oleh pemerintah dalam hal ini Disbudpar Sumsel, kemudian dikampanyekan kepada masyarakat Sumsel yang mayoritas muslim,” tegasnya.

Sementara itu, Hendro Assundawi, koordinator aksi menyampaikan, bagi umat musllim gerhana matahari merupakan bentuk ketakutan dan kuasa Allah. Oleh karena itu, pada saat gerhana matahari diperintahkan untuk melaksanakan shalat gerhana dan memperbanyak zikir.

“Bukannya digunakan untuk hura-hura seolah-olah tidak takut dengan fenomena ini,” katanya.

Ia juga meminta, agar MUI Sumsel dan Palembang selaku otoritas keagamaan dapat menyampaikan larangan kepada umat muslim melakukan ritual-ritual syirik saat terjadi gerhana matahari.

Rundown acaranya harus direvisi oleh pemerintah, kalau tidak kami akan melakukan aksi kembali,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten III Bidang Kesra Pemprov Sumsel, Ahmad Najib mengatakan, Pemprov Sumsel sependapat dengan masukan dari AMPD untuk membuat festival GMT dengan rangkaian kegiatan bernafaskan islam.

“Perlu diketahui, kita tidak menggunakan APBD sedikitpun dalam acara ini. Semuanya menggunakan anggaran dari pusat. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan rangkaian kegiatan shalat gerhana bersama yang dilakukan di beberapa titik, salah satunya di Masjid Agung Palembang yang akan dimulai pada pukul 04.30 pagi. Jadi, kita tidak mungkin melupakan kewajiban sebagai umat muslim kepada Allah SWT,” tuturnya.

Untuk kegiatan yang berkaitan dengan perayaan Nyepi, tambah Najib, akan dikembalikan kepada masing-masing pemangku agama.

“Untuk tanggal 8 Maret, kami akan penuhi dengan acara yang bernuanasa islami. Supaya masyarakat dalam menanggapi fenomena GMT ini juga bukan hanya melihat saja tapi juga memanfaatkan untuk berdoa kepada Allah SWT,” singkatnya. #dil