Pejabat di Diknas OKU Bakal Dirombak Total

39

Baturaja BP
Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Kuryana Aziz bersama Wakil Bupati, Johan Anuar didampingi Sekda, H Marwan Sobrie, memimpin rapat sosialisasi Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) sekaligus Rapat Evaluasi Kinerja Penyelengaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD), Senin (7/3) pagi di kantor Pemkab OKU.

Dalam arahannya, H Kuryana Aziz menyoroti masalah Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Soal ini, ia merasa sangat prihatin. Bahkan condong marah besar. Betapa tidak, berdasarkan peringkat hasil EKPPD terhadap LPPD propinsi/ kabupaten/ kota, posisi OKU berada di peringkat paling buncit.

“OKU saat ini berada di urutan 15 dari 15 kabupaten yang dinilai. Dulu kita bertengger di peringkat 11. Sekarang di urutan paling bawah (buncit). Karena kabupaten lain memperbaiki diri, mereka berbenah. Tapi kita tidak,” gerutu Kuryana di hadapan para Kepala SKPD termasuk para Camat.

Dari sinilah, Kuryana tak segan membeberkan LPPD dari SKPD-SKPD yang nihil bahkan ada yang tidak diisi sama sekali. Adalah Dinas Pendidikan (Disdik), SKPD pertama yang bikin orang nomor satu di OKU ini berang. Sebab menurut Kuryana, Disdik paling parah dalam hal penyampaian LPPD-nya.

“Ini laporan PAUD saja tidak diisi. Belum lagi jumlah siswa pada jenjang tingkat TK, penitipan anak, sama sekali tidak diisi alias nol persen. Harus diisi itu, konekkan dengan kecamatan. Masak, TK saja tidak terdata, kan gampang sekali. Ini baru tingkat TK. Padahal kan dak banyak, ya kerjakan. Cuma yang diisi hanya Kota Baturaja. Ya, tentu orang pusat tidak terima, makanya dikatakan nol persen,” jelasnya.

Selain itu lanjut dia, jumlah putus sekolah juga tidak diisi alias nol persen. Termasuk juga jumlah siswa tingkat SMA pada tahun ajaran sebelumnya. “Dak ada isi dari Diknas, apo dio gawe kamu. Kamu tu bukan semata-mata ngurus proyek,” cetus Kuryana.

Karena itulah, secara spontan Bupati perintahkan pada Wabup Johan Anuar untuk mengevaluasi para pejabat di lingkungan Disdik. “Pak Wabup, rombak total pejabat Disdik, dari Kadin sampai seksi-seksinya,” imbuh Kuryana dan Johan pun mengangguk.

Selain Disdik, Bupati juga menyoroti LPPD dari SKPD-SKPD lain. Seperti Dinas Kesehatan, BLH, PU, BKBPP dan dinas lain termasuk pula Camat. “LPPD ini sangat penting. Menilai kinerja SKPD dan bupati. Jadi sesegera mungkin, karena ada limit waktunya. Ini juga jadi raport bagi saudara dan penilaian bagi bupati atas kinerja saudara. Apakah enak bertahan di urutan ke 15 inilah? Apakah kalian enggan ngisi, atau ketidaktahuan. Kalau tidak tahu, Anda kan punya Kabid, Kasi dan lainnya,” katanya.

Kuryana pun menjanjikan akan segera mengevaluasi kinerja para Kepala SKPD yang tidak mampu bekerja mengiringi ritmenya bersama pasangannya Johan Anuar. “Saya bukan marah, tapi seperti inilah saya. Payah memang, baru setengah bulan bekerja, pengennya marah-marah. Kalau kami klemar-klemar, kita akan seperti inilah. Kalau sudah malas, berarti dak mau bekerja lagi. Jadi lebih baik undur diri saja sebelum saya mundurkan. Sekali lagi ini bukan ngancam,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan Kuryana, bahwa dalam pola kepemimpinannya saat ini bersama Johan Anuar, dirinya tidak ingin program pembangunan yang dicanangkan jalan di tempat. “Kita tidak mau jalan kaki atau jalan biasa. kita mulai berlari cepat dengan sasaran tepat. Para Kadin, tolong ganti Kabid ataupun Sekretaris yang tidak bisa diajak cepat berlari. Ajukan pada saya melalui BKD sekaligus gantinya. Saya tidak akan pilih famili dalam struktur pejabat, lebih baik saya pilih orang yang mau bekerja,” pungkasnya. #rad