Home / Headline / Lakalantas Beruntun Akibat Rem Blong

Lakalantas Beruntun Akibat Rem Blong

Muaraenim, BP

Kecelakaan beruntun itu mendapatkan perhatian khusus Kapolres Muaraenim, AKBP Nuryanto, Sik, MSI. Setelah melaksanakan shalat Jumat, langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk memimpin jalannya oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan tersebut.

Dalam penyelidikan oleh TKP tersebut, Kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Muaraenim, AKP M Yakin, Kanit Laka, Iptu Gultom, Kanit Patroli, Ipda Aming dan Kapolsek Tanjung Agung, AKP Alfiyan. Kapolres memimpin jalannya olah TKP karena jumlah korban yang meninggal dunia tergolong banyak.

Menurut Kapolres, penyebab terjadinya kecelakaan diduga akibat rem mobil truk fuso blong. Sehingga pada saat turunan tebing tidak terkendali dan menabrak bagian belakang mobil suzuki carry yang berada di depannya. (lip)

“Dari penyelidikan sementara kecelakaan itu terjadi diduga akibat rem mobil truk fuso blong,” jelas Kapolres yang berhasil dihubungi melalui ponselnya.

Dijelaskannya, kejadian itu ketika mobil truk fuso berjalan beriringan dengan mobil suzuki carry yang berada didepannya. Ketika sampai dijalan lintas turunan tebing tersebut, diduga rem mobil truk fuso blong sehingga menabrak bagian belakang mobil suzuky carry yang berada di depannya.

Mobil Suzuki Carry ketika ditabrak sempat terpental ke kanan jalan. Pada saat yang bersamaan dari arah berlawanan datang mobil L300 menabrak bagian samping mobil suzuki carry tersebut.

“Jadi posisi mobil Suzuki Carry ditabrak dari belakang dan depan,” jelas Kapolres. Kapolres mengaku kasus kecelakaan itu telah dilaporkan kepada Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel. “Sopir mobil truk fuso telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Kapolres.

Sementara itu, Dirwansyah (43), pengemudi mobil suzuki carry BG 2853 EB, warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, masig tampak syok. Karena tiga penumpang mobil Suzuki Carry yang dikemudikannya semua keluarganya.

“Jumlah penumpang mobil suzuki carry yang saya bawa sebanyak 4 orang semuanya masih keluarga dan tuturan adik,” jelas Dirwansyah yang tengah terbaring di ruang rawat RSU dr HM Rabain Muaraenim berhasil dibincangi awak media disela perawatanya, Jumat (4/3).

Menurutnya, tiga orang keluarganya yang meninggal dunia, saat kejadian posisinya duduk di jok bagian belakang. “Ketika kejadian kondisi saya benar benar sadar, dan saya sempat menyebut asma Allah, dengan menyebut Allahuakbar Allahuakbar,’ akunya.

Menurutnya, saat itu, dia hendak mengantarkan ke empat keluarganya ke Tanjung Enim untuk pulang ke Jakarta dengan mengendarai bus. Keluarganya hendak pulang ke Jakarta, karena baru saja selesai menghadiri pesta pernikahan keluarganya di Tanjung Enim seminggu yang lalu.

Setelah pesta selesai, keempat keluarganya pergi bersilaturahmi ketempat keluarganya di Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu. Pada hari kejadian itu, dia hendak mengantarkan keluarganya ke Tanjung Enim untuk pulang ke Jakarta menumpang bus dari Tanjung Enim.

“Sebenarnya saya sudah berat hendak mengantarkan keempat keluarga saya ke Tanjung Enim. Karena saya baru saja pulang ke rumah. Namun Pakcik saya minta tolong untuk mengantarkan mereka ke Tanjung Enim. Maka saya mengantarkan mereka ke Tanjung Enim dengan mengendarai mobil suzuki carry tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, pada kejadian itu, dia mengendarai mobil tersebut berjalan dari arah Baturaja menuju Tanjung Enim. Dalam perjalanan, kendaraan yang dikemudikannya beriringan dengan mobil truk fuso berada di belakangnya. Ketika sampai lokasi kejadian dengan posisi jalan turunan tebing, tiba tiba mobil truk fuso tersebut menabrak bagian belakang mobil yang dikemudikannya.

“Aku terkejut ketika mobil fuso itu menabrak bagian belakang mobilku, dan kaluarga yang ada didalam mobil sempat berteriak. Kondisi aku benar benar sadar,’ akunya. Ketika ditabrak dari belakang, posisi mobilnya menjadi terpentak ke samping kanan badan jalan.

Pada waktu yang bersamaan datang mobil L300 dari arah depan juga menabrak. “Posisi mobilku dibagian tengah ditabrak dari belakang dan depan. Ketika ditabrak aku masih bisa keluar dari pintu mobil dan melihat satu persatu adik adiku didalam mobil yang terluka,” akunya.

Dia mengaku, ketika kejadian, posisi mobilnya berada di jalur kiri jika menuju Tanjung Enim. Kemudian saat kejadian, kendaraan yang dikemudikannya dalam kondisi tidak kencang.

“Mobil yang kekemudikan berjalan lambat, tidak kencang. Bahkan pada saat jalan menurn tebing itu, aku tidak terlalu mengerem. Aku mengerem hanya sedikit dengan kondisi berjalan pelan,” jelasnya.nur

x

Jangan Lewatkan

Rumah Ishak Mekki Bobol Maling

Palembang, BP Rumah mantan Gubernur Sumsel, Ishak Mekki, dibobol maling. Akibatnya, rumah yang telah lama kosong di Jalan Dr Cipto ...