Harga Karet Turun, Sembako Malah Naik

14

16064771-bal-gtah-karet-dimasukkan-petani-ke-truk-sebelum-diantar-ke-toke-besar-di-palembang-harga-5100-perkilo-membuat-petani-karet-kehilangan-harapan1780x390Baturaja, BP

Saat harga getah karet dan kelapa sawit turun ke dasar terendah, harga bawang merah dan sejumlah kebutuhan rumah tangga lain justru merangkak naik. Hal ini tentu saja membuat resah para ibu rumah tangga (IRT) yang ada di Baturaja karena mayoritas warga mengandalkan hasil dari kedua komoditi tersebut.

“Harga karet dan sawit saat ini sedang turun drastis, ini saja sudah membuat kita susah dan harus berhemat untuk bisa makan. Tapi kok sejumlah harga sembako malah naik. Bahkan ada komoditi yang megalami kenaikan yang cukup signifikan,” ungkap Ibu Wati (45), salah seorang PNS, saat ditemui, Senin (29/2).

Baca:  Atasi Harga di Petani, Ekspor Karet Dikurangi

Hal senada diutarakan Ria (25), dimana menurutnya pemerintah melalui instansi terkait harus segera mengambil tindakan untuk menekan kenaikan harga-harga sembako seperti beras, gula maupun komoditas lain. “Kalau bisa pemerintah segera mengambil langkah, agar kenaikan harga sembako ini tidak menyulitkan masyarakat,” ujar Ria.

Sementara berdasarkan pantauan di Pasar Atas dan Pasar Baru Baturaja,  harga beras kualitas super dan sedang saat ini rata-rata sudah mengalami kenaikan sekitar Rp200 per kilogram. Dimana sepekan lalu harga beras kualitas sedang masih berada diposisi Rp9.000 perkilogram namun minggu ini naik menjadi Rp 9.200/Kg.

Baca:  Pengusaha Karet Kurangi Ekspor

Selain beras, harga gula pasir impor juga melonjak drastis dari Rp9.000 menjadi Rp9.500 perkilogram. Begitu juga harga cabai merah keriting dan cabai rawit saat ini sudah tembus Rp40 ribu hingga Rp45 ribu perkilogram. Padahal, sepekan lalu masih dikisaran Rp20 ribu perkilogram.

Sementara kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang putih dan bawang merah. Dimana biasanya stabil dikisaran Rp 18 ribu per kilogram, ternyata sekarang sudah meroket menjadi Rp38 ribu perkilogram.

Baca:  Bibit Karet Harus Jadi Fokus

Menanggapi hal itu, Kepala Sub Divre III Bulog OKU, Meizarani saat dihubungi menjelaskan, khusus untuk sembako pihaknya siap kapan pun melakukan operasi pasar untuk meredam kenaikan harga. Namun hal itu harus dilakukan setelah ada pengajuan dari instansi terkait.

Sementara untuk sayur mayur lanjut dia, hal itu bukan wewenang dari Bulog. “Saat ini kenaikan harga beras masih relatif normal. Jadi masyarakat tidak usah panik,” pungkasnya. #rad