Ultimate magazine theme for WordPress.

PLTA Mini Terangi Masyarakat Selepah

lematangLahat, BP

Warga Dusun Selepah, Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, menikmati aliran listrik dengan tenaga air. Dusun terpencil, berada di ketinggian lebih dari seribu meter dari permukaan laut ini, hanya memiliki 58 kepala keluarga yang bermukim di wilayah perbatasan dengan Semendo, Muaraenim itu, bisa memakai energi listrik 24 jam non stop.

“Listrik memang mustahil bagi desa kami karena jauh,” ujar Ratna SPd, Kadus Selepah, Minggu (28/2). Jarak desa yang jauh dan terpencil dengan jumlah KK yang sedikit, tidak memungkinkan bagi PLN memasang jaringan. Dipastikan investasi PLN bakal merugi.

Baca Juga:  Serangan Ulat Bulu di Puskesmas

Pada tahun 2010, secara swadaya dengan sumbangan masing-masing Rp3 juta per kepala keluarga, mereka membuat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mini.
PLTA mini tersebut dibangun memanfaatkan aliran Sungai Lematang. Usaha mereka membuahkan hasil, saat ini masyarakat dapat menikmati energi listrik dari pembangkit mini tersebut. “Sekarang anak-anak kami bisa menikmati siaran televisi,” ujarnya.

Baca Juga:  Untuk Pertama Kali Pemkab Lahat Undang SMB IV  di HUT Kabupaten Lahat ke-153

Namun karena kapasitas turbin dinamo pembangkit listrik berskala kecil, tegangan listrik yang dihasilkan hanya cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Akibat kapasitas yang kecil ini pula, beberapa KK yang lokasinya berjauhan belum mendapat suplai.
Karenanya, mereka membangun satu lagi PLTA mini. “Jadi, di dusun kami saat ini ada dua pembangkit,” ujarnya.

Meski skalanya kecil, warga tetap bersyukur, sebab malam hari dusun mereka tidak gelap gulita, anak-anak bisa belajar dan membuat PR dari sekolah. Operasional dan perawatan, dibentuk kelompok masyarakat yang bertugas mengelola operasional PLTA. Masing-masing KK dikutip iuran sebesar Rp20 ribu per bulan.

Baca Juga:  Sensasi Digoyang Arus Kuat

Bantuan pemerintah menurut Ratna pada tahun 2008, mereka mendapat bantuan pembangkit dari pemerintah. Namun, saat pembangunan dan belum beroperasional, pembangkit tersebut hancur terbawa arus banjir bandang. “Belum sempat beroperasi, pembangkitnya terbawa banjir bandang,” tegasnya.#ufi

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...