Home / Headline / Gol Semata Wayang dari Titik Penalti

Gol Semata Wayang dari Titik Penalti

SFC mengawali laga di Piala Gubernur Kaltim dengan gol semata wayang dari titik penalti. Unggul tipis 1-0, SFC dipersulit perlawanan PS TNI dari awal.

SFCvsTNI4Palembang, BP

Sriwijaya FC meraup tiga poin pertama di penyisihan Grup B Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2016. Skuad asuhan Benny Dollo unggul tipis 1-0 atas tim kuda hitam PS TNI di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (28/2) sore.

Gol tunggal kemenangan Laskar Wong Kito tercipta dari itik putih. Hadiah tembakan 12 pas itu diberikan wasit setelah pemain sayap Sriwijaya FC Muhammad Ridwan dijegal bek PS TNI Syaiful Ramadhan.

Alberto ‘Beto’ Goncalves yang menjadi algojo sukses mengonversi penalti menjadi gol pada menit ke-12. Ia melepaskan tembakan ke kiri gawang PS TNI yang dikawal Dika Bhayangkara. Dika salah mengantisipasi sepakan Beto dengan bergerak ke kanan.

Dengan kemenangan ini, SFC berada di urutan kedua Grup B dengan nilai tiga. Posisi puncak menjadi milik Madura United, yang secara mengejutkan berhasil mempermalukan tuan rumah Mitra Kukar 3-0.

Meski SFC berhasil memenangi laga perdana, jajaran pelatih masih belum puas. Asisten Pelatih SFC, Hartono Ruslan usai pertandingan mengatakan, dirinya sudah memprediksi PS TNI bakal mempersulit SFC.

“Kami sudah memprediksikan kalau mereka akan menyulitkan kami, namun kami bersyukur atas kemenangan perdana ini,” ujarnya.

Diakuinya, Firman Utina dan kawan-kawan masih memiliki banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Utamanya saat membangun serangan.

“Kalau hasil, kami puas. Tapi soal permainan, tentu masih banyak kekurangan, terutama saat melakukan serangan. Itu yang paling kami sorot, sehingga lawan bisa berkembang,” tuturnya.

SFC akan menghadapi Madura United di laga kedua, Rabu (2/3). Pelatih ingin pemain belajar dari kesalahan dan memperbaiki performa mereka.

“Itu jadi bahan evaluasi kita. Ke depan, kita yakin akan dapat lebih baik lagi,” tegasnya.

Manajer PS TNI Amin mengaku kecewa berat dengan kekalahan yang didapat oleh Legimin Raharjo dan kawan-kawan. Dirinya juga mempertanyakan keputusan wasit yang memberikan penalti pada SFC.

“Ya, kami kecewa berat karena kalah. Untuk penalti, kami mempertanyakan sanksi yang diberikan wasit tadi,” katanya.

Terlepas dari itu, jajaran pelatih mencatat PS TNI masih bermasalah dalam penyelesaian akhir. Meski tim lawan lebih banyak menyerang, tapi Dimas dan kawan-kawan beberapa kali juga berhasil menusuk ke jantung pertahanan.

Tapi peluang yang ada malah terbuang percuma. Tendangan kerapkali melambung tinggi atau tidak mengenai sasaran.

“Penyelesaian bermasalah. Ke depan kami akan cari striker yang lebih tajam lagi,” tuturnya.

Kapten Tim PS TNI Legimin Raharjo enggan berkomentar banyak mengenai hadiah penalti yang diberikan wasit kepada SFC. Ia menghormati apa yang menjadi keputusan sang pengadil lapangan.

“Pertandingan tadi disiarkan secara langsung. Jadi silakan menilai sendiri mengenai penalti itu. Tapi, saya pribadi menghormati keputusan wasit. Untuk permainan tadi, kami menguasai permainan. Memang penyelesaian akhir masih tidak tenang. PS TNI hanya kurang beruntung saja,” ujarnya.

Mendominasi

SFC menguasai permainan melawan PS TNI, tapi penyelesaian akhir masih buruk. Sejak menit awal, Laskar Wong Kito langsung mengambil inisiatif untuk menyerang.

Memasuki menit ke-3, SFC langsung mendapatkan sepak pojok. Firman Utina mengirim bola ke mulut gawang, namun bola tersebut masih dapat dihalau barisan belakang PS TNI.

Pada menit ke-10, SFC mendapatkan tendangan penalti, setelah winger Muhammad Ridwan dilanggar oleh Syaiful Ramadhan di dalam kotak terlarang.

Beto yang ditunjuk sebagai algojo penalti, sukses menempatkan bola ke sudut kiri, kiper Dhika Bayangkara, sehingga skor berubah menjadi 1-0, untuk keunggulan SFC. Hasil ini bertahan sampai turun minum.

Tertinggal satu kosong, tim Loreng meningkatkan intensitas serangan di awal-awal babak kedua ke jantung pertahanan klub kebanggaan masyarakat Sumsel, yang dikawal oleh Ahmad Jufrianto dan Thierry Ghatuessi.

Beberapa peluang didapat oleh anak asuh Eddy Saputra. Seperti sepakan luar kotak penalti gelandang bertahan Manahati Lestusen di menit ke-58. Namun, tendangan tersebut masih di atas mistar gawang.

Di menit 64, SFC mencoba membangun serangan. Berawal dari Yohanis Nabar yang menyisir sisi kiri lapangan, memberikan umpan kepada Beto. Namun sayang tendangan pemain berkebangsaan Brasil itu, masih melebar.

Empat menit kemudian, tepatnya di menit 68, PS TNI kembali melakukan serangan ke gawang Dian Agus Prasetyo. Alhasil, pemain depan Suhandi belum dapat memanfaatkan kesempatan emas tersebut.

Pelatih Kepala Benny Dollo mencoba melakukan rotasi dengan menarik kapten tim, Firman Utina dan digantikan Icshan Kurniawan di menit ke-77.

Tampaknya perubahan tersebut cukup berhasil di menit ke79. Beto kembali mendapatkan kesempatan emas, namun sundulannya masih berada di atas mistar gawang Dhika.

SFC nyaris menggandakan keunggulan. Beto kembali mendapatkan peluang matang di menit ke-83. Akan tetapi, tendangannya masih bisa dimentahkan kiper PS TNI. Bola rebound disambar Hapit Ibrahim, namun melesat tinggi dari mulut gawang dari PS TNI.

Hingga pengadil lapangan meniupkan peluit tanda usai pertandingan, skor tetap 1-0 untuk kemenangan SFC. #zal

 

 

x

Jangan Lewatkan

Pjs Bupati OKU Dipegang Muhammad Zaki Aslam

Baturaja, BP–Pengukuhan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati OKU Oleh Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru Bertempat di Griya Agung Palembang Sumsel, ...