Ultimate magazine theme for WordPress.

Raperda Ketahanan Keluarga Masuk Prolegda 2016

RidwanPalembang, BP

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan akhirnya memutuskan Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2016. Keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pembahasan dan puncaknya ditetapkan pada Rapat Paripurna DPRD Sumsel yang dilaksanakan, Selasa (16/2) lalu.

Keputusan DPRD Sumsel tersebut dikuatkan melalui Surat Keputusan (SK) DPRD Sumsel Nomor 51 Tahun 2016. Sebanyak dua puluh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang masuk dalam Prolegda tersebut yang terdiri dari sepuluh Raperda berasal dari inisiatif DPRD Sumsel dan sepuluh Raperda dari eksekutif.

Salah satu Raperda dari inisiatif DPRD Sumsel yang masuk dalam Prolegda 2016 adalan Raperda Ketahanan Keluarga. Raperda Ketahanan Keluarga ini merupakan usulan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Sumsel.

Baca Juga:  Covid-19 di Sumsel Tinggi, DPRD Pertanyakan Pelaksanaan Perda Penegakan Disiplin dan Penegakan Hukum Wabah Penyakit

Menurut Anggota Badan Legislasi (Banleg) DPRD Sumsel Ridwan, masalah ketahanan keluarga sangat perlu diatur dalam sebuah Perda.

Politisi PKS ini mengatakan bahwa dengan adanya Perda ini nantinya diharapkan dapat menangkal kerusakan moral.

“Perda ini dapat menjadi penangkal berbagai permasalahan dalam keluarga misal tingginya angka perceraian, kenakalan remaja, seks bebas termasuk salah satunya fenomena yang sedang berkembang yaitu LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender),” ujar Ridwan, yang juga Anggota Komisi I DPRD Sumsel ini, Kamis (25/2).

Baca Juga:  Reses  Anggota DPRD Palembang M Ridwan Saiman , Gelar Pemeriksaan Kesehatan

Lebih jauh Ridwan menjelaskan bahwa perilaku LGBT merupakan kerusakan moral dan penyimpangan yang harus diperbaiki bukan justru dilegitimasi. Sebab menurutnya, selain merupakan penyakit jiwa, juga penyakit sosial serta sangat dilarang oleh agama.

Sedangkan  Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumsel Fanin Nurlita Nainggolan mengatakan bahwa sebagai bagian dari partai politik dirinya berharap agar pemerintah dan masyarakat punya pedoman dalam pembangunan ketahanan keluarga.

Baca Juga:  Bapaslon Tunggal, Dalam Surat Suara Hanya Satu Poto

“Kalau ada payung hukum dalam bentuk Perda maka keluarga dapat menjalani pola kehidupan normal dan sejahtera,” tandas Fanin.

Menurut Fanin, jika masyarakat sudah memiliki ketahanan keluarga maka semua pengaruh lingkungan yang tidak baik, budaya negatif, bahkan termasuk LGBT akan secara otomatis tertolak sebab keluarga punya imun terhadap hal semacam itu. Maka dirinya berharap agar pemerintah dan DPRD Sumsel untuk segera membahas dan mensahkan Raperda Ketahanan Keluarga yang telah diusulkan PKS tersebut menjadi Perda. #osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...