DPJPP Akan Tertibkan Ukuran Makam

13

lahan-pemakaman-kian-sempitPalembang, BP

Masih banyaknya ukuran makam yang berbeda-beda di beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) menimbulkan anggapan masyarakat bahwa kemewahan makam tergantung dari ukurannya.

Selain itu, ukuran makam yang berbeda ini juga membuat lahan di TPU semakin sempit. Karena sampai saat ini Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan, dan Pemakaman (DPJPP) Palembang masih kesulitan mencari lahan untuk TPU baru. Oleh karena itu, DPJPP berencana untuk melakukan penertiban terhadap ukuran makam bagi semua kalangan untuk menghemat lahan.

“Selama ini, untuk ukuran makam muslim dan nonmuslim sering terjadi perbedaan ukuran. Jika orang yang kaya bisa memiliki tanah makam yang luas, maka ke depan tidak ada perbedaan ukuran makam. Semuanya sama,” tegas Sekretaris DPJPP, Novrian, Jumat (26/2).

Baca:  Kasus Kuburan: Polda Sumsel Bidik Tersangka Baru

Aturan terhadap ukuran makam, kata dia, diberlakukan juga kepada makam nonmuslim, diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pemakaman dan Krematorium. Di mana ke depan, semua ukuran makam baik muslim dan nonmuslim harus sama, seperti di negara-negara maju.

“Pembatasan ukuran makam ini bukan untuk menyalahi adat. Namun, jangan sampai ada perbedaan. Selain terlihat lebih rapi, kebutuhan makam tidak kekurangan,” imbuhnya.

Baca:  Komplek Pemakaman kehormatan Belanda di Palembang

Jika sebelumnya makam nonmuslim bahkan ada yang sampai satu kapling sehingga terkesan ada pemakaman mewah dan pemakaman miskin. “Asumsinya, kurang enak ada perbedaan ukuran makam,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pemakaman yang dikelola DPJPP saat ini sudah hampir penuh. Seperti di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bukit Lama sudah terisi 95 persen, TPU Kamboja 100 persen, TPU Puncak Sekuning 100 persen, Sei Gerong 97 persen, Sei Selayur 97 persen, Talang Kerikil 95 persen, Talang Petai 95 persen, dan TPU Kandang kawat 95 persen.

“Ada 16 TPU yang dikelola PJPP. Sebagian di antaranya sudah penuh. Untuk yang lain, sudah terisi sekitar 50 persen,” jelasnya.

Baca:  Palembang Belum Miliki Komplek Kuburan Yang Refresentatif

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemakaman DPJPP Kota Palembang Asmudi mengaku meski masih terdapat lahan yang kosong namun kendalanya ialah persetujuan warga yang enggan membebaskan lahannya untuk dijadikan sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU).

“Kita juga belum bisa memaksakan niat ini, karena memang kita yang menawarnya kepada masyarakat. Kalau masyarakat tidak mau terpaksa kita menyiapkan opsi yang bisa menjadikan makam tetap bisa menampung jenazah yang akan dimakamkan di sana,” singkatnya.#dil