Ultimate magazine theme for WordPress.

Banjir Rendam 412 Rumah

# Warga Kesulitan Air Bersih

banjir di Muara Kelingi (1)-foto OKMuarabeliti, BP

Banjir menggenangi dinding hingga atap 412 rumah di Mura. Sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing dalam kondisi terancam banjir kiriman dan kesulitan air bersih.

Sedikitnya 412 rumah di Kelurahan Muara Kelingi, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musirawas (Mura), Jumat (26/2) terendam banjir. Sedangkan untuk dua desa, masing-masing Pulau Panggung dan Bingit Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, belum diketahui berapa rumah yang terendam banjir. Begitu juga dua desa di Kecamatan Muara Lakitan, Desa Sungai Pinang dan Pendingan.

Terendamnya rumah warga tersebut akibat meluapnya sungai Kelingi dan Sungai Lakitan akibat hujan terus menerus melanda wilayah Mura.

Menurut Nanang (40), ‎warga Kecamatan Muara Lakitan, banjir merendam dua desa, yakni Desa Sungai Pinang dan Pendingan dengan ketinggian air mencapai 30cm. Apabila ketinggian air terus bertambah bukan tidak mungkin jalan lintas ikut terendam.

“Kelurahan Muara Lakitan belum terendam. Tidak diketahui kalau desa-desa lainnya,” ujarnya.

‎ Lurah Muara Kelingi, Sukirman, dihubungi melalui ponselnya mengakui, Kelurahan Pasar Muara Kelingi, Jumat (26/2), kembali terendam banjir. Air dengan ketinggian 2,5 meter ini merendam rumah warga. “Kamis (25/2) air memang sudah meredam pemukiman masyarakat, tetapi belum terlalu tinggi. Nah, Jumat (26/2) sekitar pukul 01.00 air mulai tinggi,” jelasnya.

Baca Juga:  DPW PPP Sumsel Targetkan Kabupaten Kota Raih Kursi Fraksi Penuh

Dikatakan, warga yang rumahnya terendam ada yang mengungsi ke rumah tetangga. Hanya mereka yang tinggal di rumah panggung masih bertahan.

“Banjir juga merendam Desa Pulau Panggung dan Desa Bingin Jungut. Namun belum diketahui berapa jumlah rumah warga yang terendam,” ujarnya.

Disinggung apakah sudah ada dari pemerintah yang meninjau lokasi banjir, ia mengatakan Dinas Sosial sudah meninjau.

‎Sementara itu, warga di empat kecamatan dalam wilayah Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Menariknya lagi walaupun air sudah menyurut di sebagian wilayah, masyarakat masih ada yang tidur di tengah genangan air. Mirisnya lagi warga yang terkena banjir belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Dinas Sosial.

Informasi dihimpun, bencana banjir saat ini masih terjadi di wilayah ilir Kabupaten Muratara, seperti di wilayah Kecamatan Karang Dapo dan Rawas Ilir. Ketinggian air rata-rata masih mencapai sekitar 1 meter.
Dengan ketinggian air seperti itu sebagian warga mulai kesulitan air bersih. Pasalnya sumur tanah milik warga ikut terendam. Sedangkan untuk dua kecamatan lainnya yakni Karang Jaya dan Muara Rupit, ketinggian air mulai menyusut.

Menurut Ris (35), warga Noman Baru, Kecamatan Muara Rupit, warga di sekitar pemukimannya selama satu malam ini tidur di atas genangan air. Maksudnya, warga tetap tinggal di rumah-rumah yang terendam banjir sembari menunggu air menyusut.

Baca Juga:  Transaksi Shabu Dua Pegawai Tapem Mura Diringkus

Masih katanya, pasca banjir, warga di wilayah mereka memanfaatkan air kemasan untuk dikonsumsi. Masyarakat juga terpaksa mandi dan memasak menggunakan air sungai yang keruh dan tidak higienis.

“Sumur kami tidak bisa digunakan lagi. Lantaran terendam air  warna coklat bercampur lumpur. Untuk kebutuhan sehari-hari, kami beli air galonan atau air kemasan,” katanya.

Sampai kemarin (26/2), warga di empat wilayah Kecamatan, yang terkena banjir, belum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Posko kesehatan dan posko darurat bencana pun belum ada.

Belum adanya bantuan tadi membuat warga mengeluh karena sejumlah petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang berada di bawah kendali Dinas Sosial belum siap menghadapi bencana tahunan yang terjadi di wilayah mereka.
“Banyak petugas Tagana cewek-cowok yang datang ke wilayah kami. Tapi gawenyo foto-foto selfie. Sampai sekarang idak katek bantuan samo sekali,” ujarnya.
Terpisah, Camat Rawas Ilir Suharto saat dikonfirmasi membenarkan di sejumlah wilayahnya masih tergenang. Seperti Beringin Makmur, Mandi angin, Tanjung Rajo, Belani dan Batu Kucing, dan Translok.
Dia mengatakan tidak tahu pasti jumlah rumah warga yang terendam. Namun, datanya sudah dilaporkan semuanya ke Dinas Sosial. “Untuk posko kesehatan, setiap puskesmas sudah disiagakan. Banjir di wilayah kami belum terlalu parah. Namun banjir bisa kembali meningkat karena wilayah ilir mendapat kiriman dari wilayah ulu,” timpalnya.
Dia membenarkan, sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing kendati masih tergenang banjir. Saat ini warga di dua kecamatan yakni Karang Dapo dan Rawas Ilir, sedang bersiap-siap untuk menghadapi banjir kiriman dari wilayah ulu Kabupaten Muratara.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Zaenal Arifin, saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya masih melakukan pendataan korban. Namun dia tidak bisa mengingat secara pasti data yang telah mereka kumpulkan.

Baca Juga:  Warga Dilarang Masuk DPRD Muratara

“Yang terendam banyak, aku idak tahu kalau idak lihat data. Datanyo masih diketik dan akan dilaporkan ke Wabub,” jawabnya.‎

Dia mengatakan, Pemkab Muratara melalui Dinsos segera membagikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir. “Besok, kita turun langsung berikan bantuan,” tukasnya.

Jumlah korban terendam banjir masih simpang siur. Belum ada data resmi yang dikeluarkan Dinas Sosial maupun instansi terkait. Informasi dihimpun, bencana banjir kali ini mulai meluas karena tingkat curah hujan terus meningkat. Banyak pihak memprediksi korban banjir di wilayah Muratara mencapai angka 5.000 kepala keluarga di empat kecamatan.# wan

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...