Yogi, Kans Samai Nasib Rivky

10

Kiper muda Yogi Triana, belum cukup dikenal namanya di skuad Sriwijaya FC. Tapi, dia punya kans menjadi pemain bintang dan mengulang jejak eks penjaga gawang Laskar Wong Kito Rivky Mokodompit.

Yogi TrianaMELIHAT perjananan Yogi Triana di SFC, mengingatkan pendukung Laskar Wong Kito pada Rivky Mokodompit, mantan kiper SFC musim 2011-2013.

 

Rivky tadinya tidak begitu dikenal suporter Singa Mania, Sriwijaya Mania Sumsel, ataupun Ultras Palembang. Dia kalah bersaing dengan seniornya, Ferry Rotinsullu, kala itu. Tapi buah dari kesabaran dan kerja kerasnya, Rivky perlahan menggusur tempat Ferry Rotinsullu.

 

Kisah ini bisa saja kembali terulang ketika melihat perjalanan Yogi Triana. Kiper muda berusia 21 tahun ini mulai membela SFC musim 2015. Di musim pertamanya bersama Laskar Wong Kito, mantan kiper Persita ini masih belum menunjukkan taringnya.

Baca:  Kesempatan SFC Menebus Kesalahan

 

Itu karena dia kalah bersaing dengan Dian Agus Prasetyo. Tapi di musim kedua, Yogi telah berkembang pesat, kemampuannya semakin terasa.

 

Sedikit saja kesempatan didapat, Yogi dipercaya akan dapat menggusur sang senior Dian Agus Prasetyo.

 

“Saya hanya berusaha memberikan penampilan yang terbaik saja dan terus berusaha menambah jam terbang,” kata Yogi.

 

Selama empat kali uji coba, Yogi memang selalu bergantian dengan DAP menjaga gawang Laskar Wong Kito. Yogi terlihat piawai di bawah mistar gawang.

 

Yogi punya refleks, penguasaan area, daya jangkau, dan pandai membaca arah sepakan lawan. Dia bisa diandalkan saat uji coba melawan PS Pertamina, PS Pusri, Palembang All Star dan SPC.

Baca:  Melampiaskan Rasa Penasaran

 

Meski hanya melawan tim lokal, uji coba ini akan sangat membantu untuk dapat melatih mental pemain kelahiran 5 Juli 1994 ini.

 

Semakin banyak terlibat pertandingan, Yogi merasa jauh lebih percaya diri, karena jam terbang yang terus bertambah.

 

“Saya berharap dapat kesempatan bermain di Piala Gubernur Kaltim nanti,” katanya.

 

Pelatih Kiper SFC Haryono pun membenarkan bila performa Yogi terus meningkat dari sebelumnya. Bahkan Haryono tak sungkan menyebut skill Yogi dan DAP sudah berada dalam satu level.

 

“Dia hanya kalah pengalaman saja dari seniornya,” ucapnya.

 

Tapi di Piala Gubernur Kaltim nanti, kans Yogi bermain sangat terbuka lebar. Ini karena Piala Gubernur Kaltim ini hanya punya waktu selama satu bulan untuk bergulir.

Baca:  Dominasi Permainan, SFC Ditahan Imbang Bali United

 

Itu artinya, babak penyisihan, delapan besar, semifinal, dan final harus diselesaikan hanya selama empat pekan saja. Otomatis, Piala Gubernur Kaltim harus dimainkan dengan jeda yang cukup singkat.

Dengan padat jadwal pertandingan, rotasi pemain tak terelakkan harus dilakukan jajaran pelatih. Termasuk pemain di posisi penjaga gawang.

 

“Yogi Triana hanya menunggu waktu saja buat turun, dia punya kualitas yang sama dengan DAP, cepat atau lambat dia akan menjadi andalan SFC,” ujarnya.

 

Meski bukan di turnamen Piala Gubernur Kaltim, sudah menunggu Piala Bhayangkara Maret nanti, atau Indonesia Super Compotition yang akan dimainkan April sampai September. #rizal effendi