Menyulap Sampah Menjadi Barang Mewah

10

Melalui tangan para pelajar ini, barang bekas yang sudah tidak terpakai mampu diubah menjadi barang mewah dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Hebat.

Jpeg

KREATIVITAS yang ditunjukkan pelajar Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) Negeri 1 Penukal Kecamatan Penukal Kabupaten, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), patut dicontoh dan menjadi inspirasi pelajar lain. Betapa tidak, para siswa kreatif ini mampu mengubah barang bekas seperti koran, kartu remi bekas, piringan Compact Disc (CD), kardus yang sudah tidak terpakai, menjadi barang mewah.

Kegiatan me-recycle barang bekas tersebut sudah berlangsung lebih kurang tiga tahun. Dibawah arahan dan bimbingan Ibu Dewinta, Guru Mata Pelajar Seni dan Budaya SMK Negeri 1 Penukal, para pelajar ini menyulap barang-barang yang tak berharga menjadi barang dengan nilai ekonomis lebih tinggi.

Baca:  Jumlah Pasukan Kuning Belum Ideal

“Saya terinspirasi ketika saya duduk di bangku kuliah dulu. Pada saat itu, saya memanfaatkan barang bekas seperti itu, kemudian diubah menjadi barang mewah seperti yang sekarang anak-anak (pelajar-red) buat,” tutur Dewinta, Jumat (19/2).

Bagi wanita berparas cantik ini, membagi ilmu kepada para siswa sudah menjadi kewajibannya.

“Tidak ada salahnya, ilmu yang saya dapat ketika kuliah, saya transfer ke mereka. Dan Alhamdulillah mereka pun memiliki nilai kreativitas yang tinggi, sehingga saya bisa dengan mudah mengarahkannya,” ujar Alumni jurusan Seni Universitas PGRI Palembang itu.

 

Namun, pada awal memulai kerajinan tangan ini, wanita asli Penukal tersebut menemukan beberapa tantangan dan kesulitan.

Baca:  Kelola Bank Sampah Hemat Rp200 Juta

“Iya, kita sering kekurangan bahan baku bahkan dana untuk mengerjakan kerajinan tangan tersebut. Namun, dengan segala keterbatasan itu kami tidak putus asa. Bahkan, pada saat Festival Jambore Pemuda Daerah (JPD) tahun 2014 lalu di Jakabaring Palembang, pada bazarnya kami mendapat juara pertama kategori pameran,” tuturnya

Tidak hanya itu, pada saat pameran itu pula, Dewinta menambahkan pernah ada orang yang sempat menawar kerajinan tangan mereka untuk dibeli.

“Ada yang ingin beli dengan harga mahal,” sambungnya.

Dirinya berharap, kreativitas seperti ini tetap dipertahankan oleh para pelajar SMK Negeri 1 Penukal.

“Saya harap ke depannya, mereka mampu untuk mempertahankan kreativitas mereka. Bahkan kalau perlu, akan kita kembangkan menjadi sebuah usaha yang bisa mendatangkan keuntungan bagi mereka,” tandas Dewinta.

Baca:  Ahmad Zulinto Ajak Komunitas Junjung Biru Peduli Sampah

Sementara itu, Riki Ramadhon salah satu Siswa SMK Negeri 1 Penukal yang ikut membuat kerajinan tangan mengaku senang.

“Ini kita buat dari koran bekas, kardus bekas, bahkan bambu. Kita bisa membuat kapal-kapalan, Rumah Gadang Hias, pokoknya bermacam barang sesuai dengan permintaan dan keinginan kami,” beber pelajar kelas XII ini.

Riki dan pelajar yang lain berharap, agar kreativitas seperti ini dapat lebih dikembangkan.

“Kami harap, kreativitas memanfaatkan barang bekas seperti ini dapat terus berjalan, dan bahkan bisa tambah lebih maju. Kalau perlu, akan kita promosikan dan menjadi Icon sekolah kami, bahkan Kabupaten PALI,” harap dia.#hab