Ultimate magazine theme for WordPress.

Usung Museum Jazz Night, Musi Jazz Sambut GMT

1439179339_11836716_954400491286874_1421847952221878569_nPalembang, BP
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan tahun ini kembali menggelar konser musik Musi Jazz, 27 Februari dan 26 Maret mendatang. Tahun lalu, sejumlah musisi jazz tanah air dan Amerika Serikat (AS) berhasil menyukseskan gelaran pertama konser musik jazz di Bumi Sriwijaya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga menuturkan, berbeda dengan tahun lalu, Musi Jazz ke-2 tahun ini digelar dua kali, di waktu dan tempat yang berbeda.

Gelaran yang diselenggarakan pada 26 Maret adalah kerja sama Disbudpar Sumsel dengan Kementerian Pariwisata RI. Irene menjelaskan, pihaknya mengusung konsep ‘Museum Jazz Night’, sesuatu yang berbeda dan orisinil dengan menyelenggarakan konser jazz di obyek wisata andalan Sumsel.

Baca Juga:  Uut Permatasari Resmi Jadi Istri Polisi

“Kami akan mengundang Dwiki Dharmawan dan Rizky Febrian, anak artis Sule yang kini tengah naik daun untuk gelaran ini. Juga musisi jazz kenamaan Indonesia lainnya,” tuturnya, Minggu (14/2).

Untuk Museum Night Jazz ini, pihaknya belum menentukan di mana akan digelarnya. Pihaknya merencanakan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) di Gandus, sementara Dwiki Dharmawan menginginkan gelarannya di Benteng Kuto Besak (BKB).

“Kalau BKB kan sudah biasa, makanya kita ingin di TPKS. Atau mungkin bisa juga diselenggarakan di Pulau Kemaro. Ini tergantung keputusan Dwiki karena dialah pengisi acara utamanya,” kata Irene.

Sementara untuk Musi Jazz yang digelar pada 27 Februari ini, pihaknya masih bekerja sama dengan Konsulat Amerika dalam penyelenggaraannya. Disbudpar Sumsel menyelenggarakan Musi Jazz ke-2 dengan bintang utama musisi dari AS yakni Soul Inscribed, kelompok musik beraliran soul hip hop.

Soul Inscribed adalah kelompok musik dari AS yang menggabungkan lirik hip hop yang puitis dengan vokal jazz soulful dan pengaruh dari dub dan produksi instrumental yang jarang sekali dipertunjukkan musisi jazz.

Baca Juga:  Adil Tidak Berarti Sama, Namun Adil Adalah Proporsional

Soul Inscribed digawangi oleh empat orang personil yakni Baba Israel sebagai emcee/produksi/didge), Duv vocalist, Sean Nowell saxophone/ multi-instrumen dan Yako 440 multi-instrumentation/produksi.

“Musisi jazz dan kesenian tradisional Sumselnya pun akan tetap diusung dan dikolaborasikan dengan musik jazz seperti gelaran tahun lalu. Bila tahun lalu kita memperkenalkan alat musik tradisional serdam dari Pagaralam, tahun ini kita mengkolaborasikan kulintangan dari Sekayu dengan musik jazz,” tambahnya.

Baca Juga:  Elsa Mengubur Anaknya Bersama Roy, Sinopsis Ikatan Cinta 26 Juli 2021

Pihaknya akan menyelenggarakan Musi Jazz di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) atau di Dinning Hall, sama seperti tahun lalu, atau di Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC). Disbudpar Sumsel akan mendesain venue PSCC dengan dekorasi seni tradisi dan budaya Sastra Ulu.

Disbudpar menggelar Musi Jazz ke-2 terbuka untuk umum dan gratis tanpa dipungut biaya. “Semua orang bisa mendapatkan tiketnya secara gratis. Kalau tahun lalu disediakan 4.000 tiket gratis, kali ini pun jumlahnya sekitar itu,” tandasnya. #idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...