Sergap Bandar Narkoba, Polisi Dikepung Warga

20

 

 Penyergapan bandar narkoba oleh polisi mendapat perlawanan. Petugas diteriaki dan dikepung. Massa memblokir jalan dan minta tersangka dilepaskan.

Sergap Bandar NarkobaMuaraenim, BP

Upaya pemberantasan tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang dilakukan aparat kepolisian tak selamanya berjalan mulus dan mendapat dukungan dari masyarakat. Di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, penyergapan terhadap Dedi (33), bandar narkoba, yang dilakukan aparat Polres Muaraenim, sempat mendapat perlawanan warga setempat.

Proses penangkapan di belakang Balai Desa Air Itam berlangsung lancar. Petugas yang berpura-pura menjadi pembeli, berhasil mengamankan tersangka, Sabtu (6/2). Pada diri tersangka juga diamankan paket shabu seberat 10 gram senilai Rp10 juta. Pengintaian selama tiga hari tidak sia-sia.

Baca:  Ayah dan Anak Kompak Bisnis Shabu

Namun 30 personel yang tergabung dalam operasi antik Musi 2016 dan dipimpin Kasat Narkoba Polres Muaraenim AKP Bustomi, yang kembali ke rumah Dedi untuk mencari barang bukti lain, malah dikepung massa.

Istri tersangka yang berada di dalam rumah tiba-tiba berteriak minta tolong dan hal itu membuat warga desa berdatangan dan mengepung petugas yang sedang melakukan penggeledahan di dalam rumah.

Beruntung petugas gabungan yang terdiri dari Satres Narkoba, Intel, Sabhara, dan Provost ini bisa cepat mengambil tindakan dengan terlebih dahulu menyembunyikan tersangka masuk ke dalam salah satu mobil yang digunakan, lalu pergi meninggalkan lokasi.

Baca:  Selama 1 Bulan Polda Sumsel Amankan Sabu, Ekstasi, Senpira dan Bandar Narkoba

Warga yang memeriksa satu per satu mobil yang dipakai petugas tak berhasil menemukan Dedi. Namun tak berhenti di situ, warga juga menutup jalan desa dan meminta tersangka dilepaskan.

Namun emosi warga dapat diredam setelah antara petugas dan warga difasilitasi oleh perangkat desa bernegosiasi dan akhirnya mempersilakan petugas melakukan penggeledahan.

Akan tetapi dari penggeledahan itu petugas tidak menemukan barang bukti lain, karena diduga sudah disembunyikan istri tersangka ke tempat lain.

Baca:  Bandar Shabu Tewas Telan BB Dengan Kantongnya

Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto melalui Kasat Narkoba AKP Bustomi mengatakan, meski mendapat perlawanan, pihaknya akan tetap terus memberantas semua bentuk narkoba.

“Kita akan mengambil tindakan tegas, baik terhadap pengguna, pengedar terlebih lagi, ” tandasnya.

Sementara itu, tersangka Dedi mengaku bahwa barang haram tersebut dibelinya dari Palembang dan akan kembali diedarkan di kawasan Kabupaten Muaraenim.

“Terkadang sekali ambil bisa sampai 1 kg. Tidak hanya warga Desa Air Itam tapi, kadang ada juga warga desa lain yang datang mengambil barang,” katanya. # nur