Hujan Satu Jam Saja Palembang Banjir

21

Palembang di kepung Banjir (1)Palembang, BP
Palembang semakin rentan banjir. Hujan sekitar satu jam saja, Sabtu (6/2) siang, sejumlah ruas jalan langsung terendam air. Banyak sepeda motor terjebak dan mogok di tengah luapan kali dan got. Tak sedikit mobil yang mati mesin.
Di kawasan pertokoan Jalan TP Rustam Efendi, 16 Ilir, jalan terendam air hujan setinggi 50 centimeter. Sebagian toko kemasukan air hujan.
Begitu pula kawasan Sekip Bendung, Kecamatan Kemuning, yang memang menjadi langganan banjir. Tak menunggu hujan sampai berjam-jam, air dengan cepat menggenangi kawasan yang merupakan salah satu titik rawan banjir di Palembang.
Kondisi serupa terjadi di sebagian ruas Jalan Mayor Salim Batubara, Kecamatan Kemuning. Daerah ini juga tergenang air hujan. Bahkan genangan air mencapai sekitar 10 hingga 20 centimeter.
Genangan air hujan yang menutup jalanan dikarenakan gorong-gorong atau saluran air yang berada di sisi jalan tidak berfungsi maksimal.
Tampak air hujan yang mengalir deras pada saluran air tak mampu ditampung sehingga air hujan meluap dan menggenangi jalanan.
Meluapnya air hujan di jalanan disebabkan ukuran saluran air yang terbilang kecil dan dinilai tidak seimbang dengan debit air hujan.
Salah satu warga, Andika TP, menceritakan bagaimana banjir terjadi di Jalan Nias  dan  depan Momea. “Kalau di Momea 10 centimeter banirnya. Nias tadi lumayan sekitar 15 -20 centi, penyebabnya hujan lebat inilah,” katanya.
Hal senada dikemukakan Husyam, banjir terjadi di depan Punti Kayu dekat pembangunan tiang light rail transit (LRT).
“Sekarang di sana lagi macet, banjirnya tinggi juga,” katanya.
Anggota DPRD Palembang Hardi mengatakan, hujan hanya satu jam menyebabkan banyak lokasi banjir di kota Palembang seperti di Jalan Mayor Ruslan yang mencapai ketinggian 30 cm.
“Di Lapangan Hatta banjirnya sekitar 50 cm, banyak motor mogok. Aparat tidak kelihatan baik polisi maupun dishub, bingung kito. Setiap minggu kali sungai dibersihkan, masih bae banjir. Letkol Iskandar, Veteran, Dempo macet parah akibat banjir,” katanya.
Dia menyarankan pihak Pemko Palembang mencarikan solusi yang menyeluruh untuk mengatasi banjir di kota Palembang  dan mengatasi semua masalah yang menyebabkannya.
“Saya sebagai orang yang mewakili masyarakat, hanya mendengarkan keluhan mereka, kenapa motornya mogok. Kita berharap pihak  terkait dalam kondisi siaga seperti polisi dan Dishub,” katanya.#osk

Baca:  Palembang Tetap Kebanjiran, Enam Pompa Sungai Bendung Dinilai Tak Berefek