Ultimate magazine theme for WordPress.

Pansus II BOT Cek PT Magna Beatum di Jakarta

IMG-20160126-03524Palembang, BP
Panitia Khusus  (Pansus) II DPRD Sumatera Selatan  akan mengecek keberadaan perusahaan yang akan membangun Pasar Cinde modern dengan sistem bangun guna serah atau build operate and transfer/BOT yaitu PT Magna Beatum di Jakarta.
    “Kami akan ke Jakarta untuk mengecek keberadaan perusahaan itu,” kata Ketua Pansus II DPRD Sumsel Joncik Mohammad, Selasa (26/1).
    Joncik mengaku mereka akan melihat di mana kantor perusahaan itu, apakah bonafid atau tidak dan punya kemampuan atau tidak.
    “Pansus II DPRD Sumsel akan meneliti secara serius mengenai perusahaan PT Magna Beatum tersebut,” katanya.
Pihaknya juga sudah melakukan studi komparasi ke Pemprov DKI Jakarta dalam membahas BOT Pasar Cinde tersebut.
    “Untuk BOT itu tentunya mempertimbangkan landasan hukum yang benar, kemudian menguntungkan masyarakat Sumsel dan menguntungkan secara politis,” katanya.
    Selain mengecek perusahaan itu, pihaknya juga akan mengecek ke lokasi Pasar Cinde yang akan dibangun secara modern tersebut.
    “Nanti, pada minggu pertama Februari 2016 kita akan ke Pasar Cinde untuk mengecek lahannya,” katanya.
    Terkait khawatiran pedagang Pasar Cinde yang takut pindah dengan alasan akan merugi menurut Joncik itu kekhawatiran tersebut bersifat subyektif, Joncik berjanji pedagang Pasar Cinde sementara akan dipindahkan ke eks Cineplex dengan fasilitas yang layak.
“Setelah itu pembeli akan berdatangan ke eks Cineplex, di Cineplex ini pedagang akan diberikan los yang bagus, layak itu keuntungan mereka, dan itu masih ditengah kota, jika pasar Cinde selesai di bangun maka pedagang yang menempati pasar Cinde sejak awal yang akan di prioritaskan untuk menempati pasar Cinde kembali, itu catatan yang tidak bisa di tawar oleh pansus, kita awasi jangan sampai kejadian seperti di awal ada 200 pedagang tiba-tiba nambah 100 pedagang itu tidak boleh, kita awasi betul,” katanya sembari mengatakan kalau soal parkir di pasar Cinde ditetapkan 40 persen untuk Pemprov Sumsel dan 60 persen untuk PT Magna Beatum.
Sedangkan pembahasan rancangan perjanjian kerjasama BOT penggunaan eks RS Ernaldi Bahar (Erba) antara Pemprov Sumsel dengan  PT Praja Adikara Utama telah kembali menggelar rapat lanjutan, Senin (25/1) malam di DPRD Sumsel.
Wakil Ketua Pansus I, Hj Anita Noeringhati mengatakan kalau PT Praja Adikara Utama dalam rapat semalam belum bisa menampilkan company profilenya walaupun semalam itu dihadiri semuanya.
“Rapat lanjutannya nanti akan diinformasikan lagi,” kata Anita. #osk
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...