Ultimate magazine theme for WordPress.

Pagu Anggaran Pelantikan 7 Kepala Daerah Capai Rp1,3 M

IMG-20150818-02174Palembang, BP
Pemerintah Provinsi Sumsel telah menyiapkan pagu anggaran pelantikan tujuh kepala daerah dan wakilnya di Sumsel, menelan biaya sekitar Rp 1,3 miliar pada APBD Sumsel 2016.
Ketua komisi I DPRD Sumsel Kartika Sandra Desi mengatakan hal tersebut terkait akan dilantik kepala daerah dalam waktu dekat setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan 3 calon kepala daerah (OI, OKU dan Mura), terkait hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2015 lalu.
“Penganggaran sementara diadakan oleh Pemprov Sumsel, semuanya sekitar Rp 1,3 miliar, untuk pelantikan tujuh kepala daerah nantinya,”kata Kartika, Selasa (26/1).
Ditambahkan politisi Gerindra yang digadang-gadang akan maju Pilkada Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada 2017  mendatang ini, pelantikan kepala daerah itu nantinya, kemungkinan besar akan dilaksanakan di Jakabaring (Dining Hall Wisma Atlet) atau Palembang Sport Convention and Center (PSCC).
“Kemungkinan dua tempat itu, karena dianggap paling memadai, sebab setiap Kabupaten nantinya minimal terdapat 500 undangan, sementara dari Pemprov juga 500 undangan,” katanya.
Sementara, Kepala Biro Otonomi Daerah (Kabiro Otoda) Pemprov Sumsel Amsin, belum bisa memastikan gedung mana yang akan digunakan dari dua tempat yang ada.
“Memang rencananya di dua tempat itu, tetapi semuanya terserah pak Gubernur (Alex Noerdin), mengingat undangan yang hadir kemungkinan banyak,” katanya.
Sementara untuk pelantikannya sendiri, Amsin memperkirakan akan bisa dilaksanakan pada bulan Maret mendatang, mengingat persiapan belum ada.
“Semua gugatan hasil Pilkada di MK untuk Sumsel, telah ditolak, terakhir Musi Rawas (Mura) saya tahu dari media juga ditolak. Jadi, kemungkinan pelantikan Maret mendatang, mengingat infastruktur yang ada belum siap,” katanya.
Gugatan Ratna Ditolak Mk
Sementara itu persidangan ‎Mahkamah Konstitusi (MK) yang membacakan putusan dismissal terhadap permohonan calon bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas , Sumatera Selatan (Sumsel) pasangan Hj.Ratna Mahmud-HM Zabur Nawawi menolak permohonan pemohon, Selasa (26/1).
Dalam amar putusannya MK menolak ‎permohonan pemohon dan mengabulkan eksepsi termohon KPU Musi Rawas (Mura) dan pihak terkait sepanjang mengenai kedudukan hukum (legal standing) pemohon.
Amar putusan terhadap permohonan Pilkada Mura ini dibacakan langsung oleh ketua MK Arif Hidayat didampingi 8 hakim konstitusi lainya.
Dalam putusanya Arif mengatakan gugatannya tidak diterima MK karena merujuk Pasal 158 UU Pilkada dan PMK no 1-5 Tahun 2015, yang mengatur jumlah selisih suara hasil pemilihan para calon sebagai syarat pengajuan permohonan. ‎‎
  Komisioner KPU Sumsel divisi hukum Ahmad Naafi kepada wartawan mengatakan sesuai PKPU 11/2015 KPU Mura segera untuk melakukan pleno penetapan pasangan calon bupati terpilih 1×24 jam pasca putusan MK yang direncanakan berlangsung di gedung serbaguna kecamatan Muara Beliti besok selasa (27/1) pk.14.
“Segera pleno penetapan paslon terpilih pasca putusan MK dan KPU Mura telah siap melaksanakanya besok,”katanya.
Hadir dalam persidangan ini pihak terkait Paslon Hendra Gunawan didampingi kuasa hukum dari kantor Darmadi Djupri,SH,MH dan rekan, komisioner KPU Mura Efran Eriadi didampingi M.Hidayat, ketua dan anggota KPU Sumsel H.Aspahani dan Ahmad Naafi dan pemohon melalui kuasa hukumnya.
Dengan putusan ini tiga Pilkada Sumsel 2015 yaitu kabupaten Ogan Ilir (OI) , OKU dan Mura semuanya ditolak oleh majelis hakim Mahkamah Konstitusi sehingga paslon terpilih dapat segera ditetapkan oleh KPU setempat.#osk
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...