Ultimate magazine theme for WordPress.

Malaysia Minat Bangun Perkantoran di TAA

3-Wagub menerima Datuk Mr Andrew dr Malaysia-Malaysia Minat BangunPalembang, BP

Investor asal Malaysia berminat membangun perkantoran di Sumatera Selatan, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api. Hal tersebut terungkap saat investor Malaysia yang diwakili Dato Andrew menemui Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki di ruang kerjanya, Senin (25/1).

“Bila peluangnya tercipta, maka kita akan bekerja sama dengan mereka. Dato Andrew menunjukkan minatnya terhadap perkembangan kawasan Jakabaring maupun KEK TAA,” ujar Ishak Mekki usai menerima lawatan Dato Andrew.

Lebih lanjut ia mengatakan, Dato Andrew merupakan perwakilan dari KP Synergies BHD, yang menguasai bidang bisnis konstruksi, konsultan pembangunan, dan layanan perlistrikan kawasan gedung terpadu.

“Mereka banyak bergerak di bidang konstruksi, seperti pembangunan gedung bertingkat, perumahan, supermarket, pasar, hingga pembangunan di kawasan pelabuhan,” lanjut Ishak.

Ia menambahkan, KP Synergies BHD telah mendapat pengakuan dari dunia internasional dan memiliki berbagai sertifikat terkait keberhasilan menggarap proyek konstruksi.

KP Synergies BHD pun memiliki teknologi khusus dalam pembangunan kawasan perumahan yang belum pernah diaplikasikan di Indonesia. Teknologi itu dirasa efektif dengan biaya yang lebih murah. Atas dasar itu, lanjut Ishak Mekki, pihaknya masih memperhitungkan dan akan menindaklanjuti penawaran tersebut.

Dato Andrew menjelaskan, perusahaannya memiliki suatu metode dan material khusus daripada yang diaplikasikan di bangunan konvensional. “Teknologi khusus ini dapat menghemat biaya, dengan pengerjaan lebih cepat yang menghasilkan kualitas bagus, tidak mudah pecah, dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja,” ujarnya.

Disinggung keadaan alam Indonesia yang rentan terhadap bencana alam, ia memiliki solusinya. Bahan bangunan yang digunakan, ia mengklaim, tidak berbahaya bagi manusia karena lebih ringan 60 persen dari bata yang biasa digunakan di bangunan konvensional, tetapi kekuatanya sama baiknya seperti bata biasa.

Ketua Project Management Unit (PMU) KEK TAA Regina Aryanti menambahkan, investor asal Malaysia tersebut baru sebatas penjajakan. Namun sudah terlihat berminat dalam pengembangan infrastruktur di Sumsel.

Lahan yang akan dijadikan KEK TAA seluas 2.030 hektar. Dari sisi lokasi, KEK TAA sangat strategis karena diapit Singapura sebagai pusat kawasan regional terbesar dan mitra dagang utama, serta Pulau Jawa sebagai pasar kawasan regional terbesar.

“Proyek mereka biasanya dalam bentuk dan sistem bangunan umum. Tapi direncanakan, jika melakukan investasi nantinya maka bakal dibangun kawasan bangunan terintegrasi, dengan sistem pembangunan tiang pancang dan cost relatif lebih murah,” pungkasnya. # idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...