Home / Headline / Gubernur Sumsel Saksikan Gerhana Matahari Total

Gubernur Sumsel Saksikan Gerhana Matahari Total

Graha Teknologi Sriwijaya dan Lapan Imbau 
Masyarakat Jangan Takut GMT
DSCN3605Palembang, BP
Menyongsong peristiwa fenomena alam gerhana matahari total (GMT) yang diprediksi terjadi pada 9 Maret 2016 mendatang di kota Palembang.
Pihak UPTD Graha Teknologi Sriwijaya sebelum H-1 atau 8 Maret 2016  berkerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan dan tim dari Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan)  pada pagi harinya  menggelar workshop mengenai gerhana matahari yang diikuti  siswa SD dan SMP seluruh Sumsel di Graha Serbaguna Komplek Taman Budaya, Jakabaring, Palembang.
        “Siang harinya dilakukan talk show di salah satu mall Palembang dengan peserta SMA/SMK, mahasiswa, perguruan tinggi dan masyarakat umum dimana talk show akan dihadiri Kepala Pendidikan Sumsel, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, pembicara dari Lapan dan budayawan Sumsel mengenai masalah cerita rakyat mengenai Gerhana Matahari Total, kata Kepala UPTD   Graha Tehnologi Sriwijaya Drs Muhammad Taufik, Rabu (20/1).
Menurut Taufik, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin juga akan menyaksikan fenomena alam gerhana matahari total ini, “Direncanakan kalau itu jadi, sedang kami susun ada audiensi dengan pak Gubernur Sumsel dengan tim dari Lapan, tinggal waktu pak Gubernur kapan menerima kami, kami juga koordinasi dengan pihak Lapan karena untuk audiensi itu perlu data-data ilmiahnya kalau siap bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata beraudiensi dengan pak Gubernur,” katanya.
Sedangkan untuk teleskop menurut Taufik pihaknya memiliki empat buah dan bisa di pakai saat pemantauan di atas Jembatan Ampera, apalagi peneliti luar juga bawa sendiri teleskopnya.
Selain itu juga akan ditempatkan planetorium yang merupakan suatu benda berbentuk balon di dalam terdapat suasana ruang angkasa di mana jika pengunjung masuk di dalamnya seolah-olah berada dalam ruang angkasa.
“Planetorium tidak bisa dimasuki banyak orang kecuali hanya 10 sampai 15 orang dan yang masuk harus secara bergilir dan akan ditempatkan dalam Graha Teknologi Sriwijaya,” katanya.
Sedangkan Peneliti fisika atmosfer di pusat saint dan tehnologi atmosfir Lapan, Bandung Drs Syaiful Hamdi Msc mengatakan kalau pihaknya berkerjasama dengan Graha Tehnologi Sriwijaya (Dinas Pendidikan Sumsel) melihat GMT dari sisi edukasinya karena selama ini banyak mitos yang berkembang kalau terjadi GMT membuat masyarakat ketakutan.
“Kok sayang, orang luar saja datang ke Palembang melihat Gerhana Matahari Total, kita kok takut, sehingga sehari sebelum GMT kita lakukan edukasi kepada masyarakat dengan menggelar workshop dan talk show agar jangan takut dengan gerhana matahari ini dan ketika puncaknya gerhana matahari total banyak warga menyaksikan,” katanya.
Menurutnya gerhana matahari total terjadi di Palembang terjadi selama 1 menit 50 detik pada pukul 19.20.
Sedangkan Peneliti fisika atmosfer di pusat saint dan tehnologi atmosfir Lapan, Bandung ,Dra Sumaryati MT  kalau GMT terakhir terjadi tahun 1983, 1988.
“Kalau untuk Palembang kalau mau Gerhana Matahari Total lagi 350 tahun lagi, ini kesempatan yang baik bisa menikmati Gerhana Matahari Total, jadi cucu dan cicit belum bisa menikmati lagi gerhana matahari total ini baru generasi ke 10 bisa menikmati gerhana matahari total ini lagi ,” katanya.
GMT ini merupakan anugrah tuhan dan bukan musibah sehingga persepsi masyarakat akan ketakutan gerhana matahari total harus di ubah dan melihat langsung gerhana matahari total terjadi .
Seperti di Pulau Jawa  menurut Sumaryati ada mitos tentang Gerhana Matahari Total ini dimakan oleh raksasa Buto Ijo,” banyak fenomena yang bisa kita amati saat gerhana matahari total ini, seperti perilaku hewan saat gerhana matahari total bagaimana, ini menarik,” katanya.
Sebelumnya sejumlah Kota-kota besar di Indonesia yang akan kebagian Gerhana Matahari Total ini adalah Bengkulu, Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Tanjung Pandan, Palu dan Ternate pada tanggal 9 Maret 2016 .
Selain waktu mulai gerhana yang berlainan antar wilayah, fase gerhana total (yaitu ketika Matahari sepenuhnya tertutup oleh piringan Bulan) pun berlainan dari wilayah satu ke wilayah lainnya. Jadi puncak gerhana di Palembang tidak sama waktunya dengan puncak gerhana di Ternate.
Di Palembang Durasi Gerhana Total: 1 menit 50 detik
Matahari terbit : 6:10 AM
C1: 6:20:29 AM Ketinggian Matahari +2.5º
C2: 07:20:48 AM Ketinggian Matahari +17.5º
Puncak Gerhana: 07:21:43 AM Ketinggian Matahari +17.7º
C3: 07:22:38 AM Ketinggian Matahari +18.0º
C4: 08:31:25 AM Ketinggian Matahari +35.1º. #osk
x

Jangan Lewatkan

Motor Jatuh di Jalan Berlubang Kusma  Tewas Terlindas Truk

Palembang, BP Seorang pengendara sepeda motor tewas di tempat setelah terlindas mobil truk. Kecelakan maut tersebut terjadi di jalan Majapahit ...