Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Landasan Pacu Bandara Silampari Ditambah

Bandara_Silampari_(2)Palembang, BP
Bandara Silampari yang terletak di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan akan mulai dikembangkan tahun ini. Hal itu dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan transportasi udara di Bumi Sebiduk Semare tersebut.

Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan mengatakan, pihaknya akan menambah panjang landasan pacu (runway) serta membangun terminal untuk bandara. “Progres baru mau mulai, kontrak (pembangunan-red) akan kita laksanakan minggu depan. Tahun ini pasti mulai bangun,” tuturnya di VIP Room Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Sabtu (9/1).

Jonan baru saja meninjau Bandara Silampari sebelum bertolak ke Palembang untuk meninjau progres pembangunan kereta listrik ringan atau light rail transit (LRT), kemarin.

Dikatakan, panjang runway Bandara Silampari 2.250 meter akan ditambah 750 meter. Terminal penumpang yang saat ini berkapasitas 70.000 orang per tahun, direnovasi dan dikembangkan menjadi 250.000 orang. Selain itu, fasilitas bandara pun ditambah dengan dibangunnya satu unit menara pengawas.

Dua tahun lalu, tepatnya 23 Oktober 2014, penerbangan dari Bandara Silampari ke Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dan sebaliknya kembali dibuka dan melayani dua kali penerbangan pulang-pergi dalam sepekan. Namun bertahan sekira enam bulan, penerbangan kembali ditutup karena sepi penumpang. Kini hanya tersisa penerbangan Linggau-Jakarta yang melayani penumpang dua kali seminggu.

Sebelumnya diketahui, Kementerian Perhubungan RI akan menggelontorkan dana Rp868 miliar untuk peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas transportasi di Sumsel. Jonan berujar, pihaknya akan mengakomodir semua usulan dari daerah, sepanjang usulan itu merupakan skala prioritas dan dana yang dibutuhkan pun tersedia di Kementerian Perhubungan.

“Skala prioritas yang dimaksud adalah peningkatan pelayanan transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat dan sifatnya mendesak. Seperti peningkatan pelayanan angkutan umum, baik darat, laut, maupun udara,” tuturnya.

Sebanyak Rp233 miliar untuk pembangunan fisik infrastruktur yang mendukung peningkatan fasilitas transportasi darat, laut dan udara, termasuk perkeretaapian.

Sedangkan sisa Rp635 miliar dialokasikan untuk kegiatan nonfisik instansi vertikal, seperti Balai Pendidikan dan Latihan (Diklat) serta kebutuhan pengembangan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dan sejenisnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, Sumsel memang membutuhkan dana untuk peningkatan fasilitas pelayanan transportasi udara.

Selain Silampari, empat bandara lain yang siap dikembangkan adalah Bandara Atung Bungsu Pagaralam, Bandara Seganti Setungguan Lahat, Lapangan Terbang Banding Agung OKU Selatan, dan Bandara Sekayu, Musi Banyuasin.

“Pengembangan Bandara Silampari harus dilakukan karena rute penerbangannya bukan hanya ke Palembang, namun juga langsung ke Jakarta,” ujarnya.

Sedangkan untuk bandara di Kabupaten Lahat, pengembangan fasilitas lebih dititikberatkan untuk antisipasi penanggulangan bencana. Meski tidak menutup kemungkinan ada pihak swasta yang siap terlibat untuk melakukan komersialisasi.

Mengenai Lapter Banding Agung di OKU Selatan, pihaknya juga berencana akan melakukan pengembangan. Tahun ini, Alex mengatakan, pihaknya bersama Pemkab OKU Selatan akan memulai renovasi Lapangan Terbang Banding Agung.

Insya Allah awal 2017 sudah ada penerbangan reguler Banding Agung-Palembang dan sebaliknya. Bertahap, diadakan juga penerbangan langsung Banding Agung-Jakarta dan sebaliknya Apabila Bandara Ranau telah beroperasi kembali diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Ranau,” tandasnya. #idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...