Ultimate magazine theme for WordPress.

Saluran Mampet, Air Tergenang

 diguyur-hujan-sejumlah-jalan-tergenang-dan-pohon-tumbang-RsOPalembang, BP

Banyak drainase di Kota Palembang yang tidak berfungsi maksimal, membuat jalan-jalan dalam Kota Palembang tergenang. Hujan sebentar saja, air langsung tumpah ke jalan.

Pantauan, Jumat (8/1), di Jalan Kapten Arivai di depan toko Pempek Candy, saluran air mampet, bahkan tidak berfungsi maksimal. Tidak hanya itu, kondisi yang sama terjadi di Jalan Sido Ing dekat Masjid Suro, genangan air tumpah ke badan jalan karena drainase banyak yang mengalami kerusakan, sehingga tidak berfungsi maksimal.

Rudi (35), warga Kelurahan 35 Ilir ini mengatakan, anak-anak saat hujan deras bisa sambil berenang di jalan. Kondisi drainase di kawasan tempat tinggalnya dikatakan banyak dan rusak bahkan tertimbun tanah dan tidak ada perbaikan.

“Tidak hanya Sekip, kawasan Tangga Buntung ini, jalannya sangat mudah tergenang, ini karena drainase tidak berfungsi maksimal. Memang ada upaya perbaikan, namun tidak terlalu berdampak signifikan,” katanya.

Warga lainnya di Jalan Kol Burlian, dekat terminal Damri KM 9, Lusiana (34) juga mengatakan hal sama. Saluran air di kawasan ini sudah banyak tertimbun tanah, hingga semen yang dibuat permanen. Disebutkannya, pembangunan yang menggeliat tidak memperhatikan fungsi drainase.

“Drainase ini jarang dibersihkan apalagi dikeruk, tapi pemilik ruko menutup rapat drainase ini sehingga air hujan ini tidak tumpah ke saluran tapi ke jalan. Tapi pemerintah tidak berdaya, pernah ada tinjauan tapi tidak ada tindak lanjutnya” katanya.

Retno (30), warga Sidodadi KM 11, juga mengakui kawasan tempat tinggalnya juga menjadi langganan banjir, kendati cepat surut ketika curah hujan tidak terlalu lama saat ini. Menurut dia, ketika ada hujan yang cukup lama, genangan air mengalir ke rumah-rumah warga.

“Kalau di jalan cukup aman, tapi aliran air ini ke rumah-rumah warga. Drainase yang dibuat seperti mengamankan pinggir jalan, jadi kalau hujan deras dalam kurun waktu yang cukup lama air masuk ke rumah warga,” katanya.

Di depan Punti Kayu tepatnya di lokasi pembangunan Light Rail Transit (LRT), banjir juga mengakibatkan antrean panjang kendaraan. Mantan anggota DPRD Sumsel MD Sakim, menilai, air tergenang sudah  pasti terjadi di Kota Palembang karena drainase banyak tidak berfungsi dengan baik.

Menanggapi kemacetan dan banjir di lokasi pembangunan LRT, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel H Nasrun Umar menilai, setiap negeri yang dibangun infrastrukturnya pasti mengalami hal yang sama.

Menurut Nasrun, pihaknya sudah mengingatkan Pemko Palembang di bawah koordinasi provinsi dan Satuan Lalulintas Polresta Palembang melakukan rekayasa lalu lintas dan jalan alternatif. #ren/osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...