Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Tak Berizin, Warga Nyaris Bongkar Tower Seluler

20151230_094408_resizedMuaradua, BP
Warga Way Bulan lingkungan 10 Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Muaradua, nyaris membongkar paksa tower bersama group yang berdiri dilingkungan setempat. Beruntung pada saat itu Satuan Pol-PP Kabupaten OKUS langsung datang mengamankan warga.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari lapangan Rabu (30/12),  warga sekitar menolak pembangunan tower tersebut karena pihak tower yang melakukan pembangunan tampa ada sosialisasi dengan warga sekitar.
Selain itu tower yang sudah mencapai 90% pengerjaannya, ditakutkan oleh warga akan dampak yang akan ditimbulkan nanti oleh tower tersebut, dampak yang ditakutkan oleh warga ialah robohnya tower karena pemasangannya tepat di depan halaman rumah warga.
“Tampa ada pemberitahuan dengan kami, tiba tower ini dibangun didepan ditengah-tengah pemukiman kami, “kata salah satu perwakilan warga Riyan kepada Beritapagi.
Untuk itu ia dan warga sekitar kompak untuk memberhentikan pembangunan tower tersebut, karena mereka merasa dirugikan, terutama dampak negatif dari tower tersebut.
“Kami warga sini, sangat menolak pembangunan tower ini, dan kalau bisa dibongkar, karena radiasi tower ini nantinya akan mengganggu kesehatan, terutama untuk anak-anak kami, “tandasnya.
Bahkan kata dia, perizin dari pembangunan ini tidak jelas, untuk ia dan warga lainnya mendesak dinas terkait segera memberhentikan pembangunan.
“Kami meminta pemerintah segera memberhentikan pembangunan ini, karena dari awal kami tidak setuju dengan ulah mereka yang asal main bangun saja, tampa ada izin, “tegas dia.
Sementara itu Lurah Bumi Agung Zainal Abidin ketika ditemui dilokasi mengaku sebelumnya pihak tower memang sudah melakukan koordinasi dengan Camat, Lurah dan Warga bahwa di daerah itu akan dibangun tower selluler. Namun pada saat pembangunan tidak melakukan koordinasi dengan pemerintahan dan warga setempat.
“Awalnya mereka mengajukan rekomendasi dengan Camat, Lurah, RT dan warga sini, tapi pas pelaksanaan pembangunan, tidak ada pemberitahuan lagi kepada kami, “kata dia.
Sementara dilokasi yang sama Kasat Pol-PP OKUS Anggi Anggaraini melalui Kepala Seksi Trantib Amdin mengatakan sebelum terjadi hal yang tak diinginkan pihaknya mengambil langkah menyetop pembangunan tower tersebut.
“Sebelum ada izin yang jelas, sementara waktu pembangunan tower ini kita setop, “katanya.
Terpisah Kepala Dinas PU OKUS Faisal, ST selaku pemberi rekomendasi pelaksanaan pembangunan mengaku pembangunan tower ini,  pihak tower belum sama sekali melakukan koordinasi dengannya.
Padahal menurut prosedur kata dia, sebelum melakukan pembangunan pihaknya terlebih dahulu meninjau lokasi, dengan tujuan layak atau tidaknya lokasi tersebut dibangunkan tower.
“Kalau ada koordinasi dari mereka, kita akan cek kelapangan, supaya kedepannya tidak merugikan warga sekitar, baru kita keluarkan rekomendasi pelaksanaan pembanguan. Lho ini tau-tau ada laporan dilokasi itu ada pembangunan tower, kan termasuk lancang mereka ini, untuk itu pembangunan itu jangan diteruskan lagi, “cetus dia.
Senada disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Endar Suhairi,M.Si, bahwa sampai hari ini tower tersebut memang belum mengurus izin gangguan.
“Kita sebagai pihak pengurus perizinan, sebelum mengeluarkan izin tersebut harus ada rekomendasi dari 4 intasi terkait, yakni Bapeda, PU, Dishub dan KLH, setelah baru izin itu kita keluarkan, “kata Endar. #bob
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...