Ultimate magazine theme for WordPress.

Akhir Tahun DPRD Sahkan 3 Perda

Muarabeliti, BP

Tiga Rancangan Peraturan Daerah (raperda), akhirnya disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musirawas menjadi Peraturan Daerah (perda) baru, tepat di penghujung tahun 2015.

Pengesahan yang berdasarkan keputusan DPRD Musirawas nomor : 32/KPTS/DPRD/2015, berisi tentang pembentukan panitia khusus (pansus), guna membahas tiga raperda, yakni raperda tentang pemberdayaan dan penempatan tenaga kerja lokal, raperda tentang rencana induk pengembangan pariwisata Kabupaten Musirawas, serta raperda tentang pembentukan lembaga penyiaran publik lokal Radio Darussalam.

Anggota Pansus I DPRD Musirawas yang membahas raperda tentang pemberdayaan dan penempatan tenaga kerja lokal, Ramanda Dwi Putra mengungkapkan bahwa pengesahan raperda tersebut, menjadi perda baru dilakukan usai pembahasan bersama pihak eksekutif.

“Kita telah melakukan koreksi bersama pihak eksekutif. Intinya, kami dari pansus I, kini telah menerima dan menyetujui raperda ini, guna disahkan menjadi perda baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Pansus II DPRD Musirawas, A Rasip menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyetujui pengesahan raperda induk, terkait pembanguan kepariwisataan untuk dijadikan perda baru.

“Semuanya telah melalui koreksi-koresi detail, seperti contohnya yang terdapat dalam Bab IV. Isi pasalnya, yakni objek wisata pada huruf E di bab tersebut, terdapat kalimat yang semula hanya berbunyi sentra industri kerajinan, kini berubah menjadi sentra industri kerajinan dan perdagangan,” jelasnya.

Ia menyampaikan, di bab lain, seperti di pasal yang sama, ada juga beberapa pengurangan-pengurangan kata, yakni sebelumnya wisata dan kuliner, kini diketahui menjadi wisata kuliner.

“Lalu, kalimat wisata, kita tambah dengan kata olahraga, lalu berubah menjadi wisata olahraga dan wisata agro,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Pansus III, Samsul Bahri mengaku bahwa pihaknya juga telah menyetujui pengesahan perda tentang pembentukan lembaga penyiaran publik lokal, yakni Radio Darussalam.

“Namun, kami meminta agar pendirian Radio Darussalam nantinya, dapat berjalan dan dimanfaatkan secara maksimal. Pihaknya juga berharap, media tersebut, juga dapat ditingkatkan, seperti perluasan jangkauan frekuensi, termasuk juga harus semaksimal mungkin menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru,” ungkapnya. #wan

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...