Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Tiga Kabupaten di Sumsel Ajukan Gugatan ke MK

h-aspahani-se-ak-mm-ca-3248(1)Palembang, BP

Pasca penetapan hasil rekapitulasi suara tingkat KPU pemilihan kepala daerah (pilkada) tujuh kabupaten di Sumsel, terdapat tiga daerah atau kabupaten dipastikan masuk dalam sengketa perselisihan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua KPU Sumsel Aspahani didampingi Komisioner Ahmad Naafi mengatakan, tiga daerah yang mengajukan gugatan ke MK tersebut, Musirawas (Mura), Ogan Ilir (OI), dan Ogan Komering Ulu (OKU).

Dengan adanya gugatan tersebut, penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih masih menunggu penetapan pasangan calon pasca putusan Mahkamah Konstitusi.

Diterangkannya, gugatan ke MK sudah diatur paling lambat diajukan dalam tenggang waktu 3×24 jam, sejak termohon yaitu KPU kabupaten, mengumumkan penetapan perolehan suara hasil pemilihan.

Sesuai data dari tujuh kabupaten yang menyelenggarakan pilkada di Sumsel hanya KPU Kabupaten Mura yang melaksanakan penetapan rekapitulasi perolehan suara hasil pemilihan pada 17 Desember 2015, sedangkan enam KPU kabupaten lainnya yaitu KPU OKU Timur, KPU OKU Selatan, KPU OKU, KPU Pali, KPU Muratara, dan KPU OI melaksanakan penetapan pada16 Desember 2015, sehingga telah melebihi waktu 3×24 jam bila permohonan tersebut masuk akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Ditambahkannya, KPU RI telah menerima surat dari Mahkamah Konstitusi Nomor 119/

PAN.MK/12/2015 dan Nomor 110/PAN.MK/12/2015 tanggal 20 Desember 2015 tentang perkara perselisihan hasil pemilihan gubernur, bupati dan walikota.

“Memang diperoleh informasi tiga kabupaten sudah diajukan ke MK sehingga pleno untuk SK penetapan pasangan calon terpilih, tiga kabupaten tersebut belum bisa dilaksanakan sembari menunggu putusan MK terhadap perkara yang diajukan,” katanya, Senin (21/12).

Sementara untuk empat kabupaten lainnya, OKU Timur, OKU Selatan, PALI, dan Muratara, penetapan pasangan calon terpilih akan dilaksanakan pada Selasa (22/12) oleh KPU setempat.

Dirinya menguraikan untuk sengketa perselisihan hasil pemilihan (PHP), ini akan didahului oleh pengajuan permohonan, 18-21 Desember 2015, perbaikan permohonan 21-24 Desember 2015, verifikasi permohonan pemohon tanggal 24-27 Desember 2015 dan Penyelesaian sengketa dan putusan 28 Desember 2015 -12 Febrruari 2015.

”Permohonan yang diajukan dalam batas 3×24 jam ini, tentu harus tepat sesuai dengan pengumuman yang dilakukan KPU Kabupaten mengingat pada tanggal, hari, pukul berapa yang tercantum dalam SK rekapitulasi hasil perhitungan suara KPU kabupaten,” katanya.

Mengenai kesiapan KPU dalam menghadapi permohonan pemohon di MK, Aspahani mengatakan KPU di tujuh kabupaten sudah siap menghadapinya, dan sudah disiapkan tim khusus baik di helpdesk KPU Sumsel, untuk mempersiapkan bukti-bukti maupun melalui rakor nasional Perselisihan Hasil Pemilihan yang disiapkan oleh KPU RI, dan telah menunjuk kuasa hukum untuk mempersiapkan menghadapi gugatan permohonan PHP.#osk

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...