Ultimate magazine theme for WordPress.

Massa Paslon 1 dan 3 Demo KPU dan Panwaslih OI

#Minta Tunda Penetapan Bupati Terpilih dan Pilkada Ulang

DSC_1594Inderalaya, BP

Lantaran tidak terima hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir (OI)  16 Desember lalu, ratusan massa pendukung pasangan calon (paslon) nomor 1 H Helmi-Muchendi dan paslon 3 H Sobli- Taufik menggelar aksi demo. Mereka minta penetapan bupati terpilih ditunda dan dilakukan pemilihan ulang

Koordinator lapangan (korlap) paslon 3 Yaprudin, Senin (21/12), kepada BeritaPagi mengatakan pihaknya meminta KPU dan Panwaslih OI agar menunda penetapan bupati terpilih. “Kami di sini sepakat meminta pemilihan kepala daerah diulang,” ujar Yaprudin di depan kantor KPU OI.

Pihak terkait, menurutnya, harus segera mengaudit  dana paslon, karena sangat jelas dari laporan yang masuk ke Panwaslih OI semua melaporkan adanya money politic. Yaprudin juga mengatakan terkait daftar pemilih tetap (DPT) yang disinyalir ganda dan fiktif agar segera diselesaikan.

“Kami menduga apa yang sudah dilaporkan di Panwaslih dan Bawaslu OI masalah DPT itu belum dilaksanakan dengan aturan yang ada, hingga saat proses pencoblosan masih terdapat pemilih ganda dan fiktif,” ujar Yaprudin bersemangat.

Korlap dari paslon 1 Dian mengancam pihak KPU dan Panwaslih OI, jika tuntutan mereka tidak dikabulkan mereka akan menurunkan masa lebih banyak lagi. Pilkada 9 Desember lalu dianggap banyak penyesatan oleh KPU dan Panwaslih OI.

“jika tidak diakomodir tuntutan kami, maka jangan salahkan kami jika besok masa akan lebih banyak lagi. Kami berharap kepada KPU agar tidak menetapkan calon bupati terpilih hari ini, karena tim advokasi paslon satu sudah mendaftarkan laporan ke mahkamah konstitusi (MK),” ungkap Dian.

Ketua KPU OI Annahrir menyambut dengan baik apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat OI. “Apa yang disampaikan akan kita akomodir, berdasarkan surat yang diterima  dari KPU RI tim paslon satu sudah mendaftarkan gugatan ke MK dengan nomor 15/PAN/PHP-BUP/2015. KPU akan mengadakan pleno terkait penundaan penetapan bupati terpilih. Kita baru mendapatkan surat tembusan dari KPU RI yang mana kab OI, termasuk salah satu kabupaten yang pasangan calonnya melaporkan ke MK terkait PHP. Kemungkinan untuk penetapan akan kita tunda,” ujarnya.

Demikian pula halnya masalah DPT, pihak KPU dengan tegas mengatakan apa yang menjadi substansi permasalahan silakan diteruskan ke pihak terkait, karena acuan dalam penetapan DPT sudah dilaksanakan dengan prosedur dan mekanisme yang ada.

“Silahkan pihak yang tidak puas dengan kinerja kami. Kami siap mempertanggungjawabkan apa yang sudah menjadi ketentuan dari KPU, karena apa yang diputuskan tidak serta merta saja, melainkan melalui prosedur dan mekanisme yang ada,” katanya. #hen

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...