Ultimate magazine theme for WordPress.

Pupuk Bersubdidi Langka di Petani, Banyak di Tengkulak

Banyuasin, BP
Petani Air Saleh mengeluhkan pendistribusian pupuk bersubsidi yang hingga kini belum juga sampai ke tingkat petani. Anehnya di kalangan tengkulak stok pupuk banyak.
Seperti yang dikatakan Hendri, petani asal Suak Tapeh, hingga saat ini mayoritas kelompok tanii belum mendapatkan pupuk . Padahal sejak empat bulan lalu telah menyetorkan uang ke distributor untuk mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut. “Sekarang padi sudah mulai meninggi, harusnya sudah diberi pupuk. Apalagi pasca musim kemarau, kondisi asam tanah meningkat. Akibat ketiadaan pupuk pertumbuhan padi tidak maksimal dan banyak daun padi yang memerah,” katanya.
Ironisnya, saat para kelompok tani kesulitan mendapatkan pupuk, di kalangan para tengkulak malah stoknya banyak.  Untuk menyelamatkan tanaman padi tersebut, terpaksa sejumlah petani meminjam dengan tengkulak. “Dari pada gagal panen, terpaksa pakai pupuk mereka, dengan syarat setelah panen harus menjual hasil dengan mereka dan sesuai dengan harga yang ditentukan oleh yang minjamkan pupuk,” jelasnya.
Para petani sawah di Air Saleh berharap pemerintah Banyuasin melalui dinas pertanian, segera mendistribusikan pupuk bersubsidi. Sekarang sudah masuk masa tanam, bila lambat mengambil tindakan takutnya banyak sawah yang gagal panen. “Apalagi  Banyuasin menargetkan produksi sampai 1,5 juta ton gabah kering panen,” jelasnya.
Sementara itu Anggota DPRD Sumsel Daerah Pemilihan Banyuasin Agus Sutikno membenarkan kondisi tersebut. “Permasalahan itu pernah disampaikan oleh warga Air Saleh saat reses DPRD Sumsel ke Banyuasin,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (20/12).
Dia berharap, pemerintah Banyuasin dapat menanggulangi permasalahan ini. Kenapa bisa terjadi keterlambatan distribusi pupuk dari pemerintah, sementara di tingkat Tengkulak malah sudah banyak. “Ini tugas pemerintah Banyuasin untuk menanggulangi,” katanya.
Dia juga berharap kepada PT Pusri agar ikut memantau pendistribusian pupuk bersubsidi, sampai ketingkat petani. “Jangan Hanya batas distributor, tapi Pusri juga harus mengetahui pupuk yang mereka bikin itu apakah sampai atau tidak ke petani. Kami akan memberitahukan permasalahan ini ke komisi terkait, agar dibahas dengan rekan kerja pemerintah,” katanya. #mew
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...