Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Irigasi Ambrol, Ratusan Hektar Sawah Terancam Hanyut

DSC_1412Muaraenim, BP
Irigasi non-teknis yang dipergunakan masyarakat dua desa yakni Desa Cahaya Alam dan Desa Datar Lebar, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muaraenim, Kamis (17/15) malam, ambrol sepanjang sebanyak dua titik dengan total panjang 60 meter lebih dengan kedalaman mencapai 10 meter. Pengairan sawah masyarakat yang saat ini sedang melaksanakan penggarapan sawah terhenti mengalir, bahkan sebagian sawah langsung mengering.

Ratusan  warga desa Datar Lebar dan Cahaya Alam telah dikerahkan untuk melakukan gotong royong memperbaiki siring panjang yang longsor pada Kamis malam tersebut, sebab kalau tidak ditangani dengan cepat ratusan hektar sawah terancam tidak bisa dilanjutkan penggarapannya dimusim tanam pertengahan Februari 2015 mendatang,terang Kepala desa Datar lebar Edwar sarpuni yang berhasil di hubungi via telpon minggu siang.

Dijelaskannya Sang kades, menurut laporan Rohdan selaku ketua pengurus Siring,Siring yang ambrol tersebut sebanyak 2 titik,satu titik adalah ruas siring yang baru selesai dibangun tahun 2014 lalu sepanjang 20 meter,kemudian satu titik lagi longsor sekitar 40 meter yang memang masih irigasi tradisonal,karena memang belum dilakukan penyemenan baik lantai maupun dindingnya yang masih tanah yang digali.

Penyebab ambrolnya irigasi tersebut diduga siring irigasi non tehnis tersebut tidak kuat menahan beban air dengan volume tinggi yang mengalir melalui irigasi tersebut,karena selain air sungai yang sengaja dialirkan melalui irigasi tersebut cukup besar,irigasi ini juga menampung limpahan curah hujan yang cukup deras.ujar kepala desa ini.

Sementara menurut Informasi sejumlah masyarakat Datar Lebar yang berhasil dihubungi,kejadian tersebut sangat dikhawatirkan warga terutama para petani sawah yang mengandalkan air dari irigasi tersebut,kalau sampai Musim tanam tiba irigasi tersebut tidak bisa ditangani oleh masyarakat secara permanen ataupun secara darurat para petani kuatir mengancam keberlangsungan dalam penggarapan sawahnya tahun ini,betapa tidak saat ini kondisi sawah-sawah masyarakat masih banyak yang kuatir karena air masih belum bisa menggenangi petak-petak sawah walaupun curah hujan sudah tinggi,karena keretakan yang sangat dalam dampak dari musim kemarau ekstrem beberapa waktu lalu,saat ini masyarakat sedang melakukan penggarapan swah untuk menutupi keretakan-keretakan tanah sawah tersebut,tentunya air sangat dibutuhkan sangat banyak dan harus lancar,sementara saat ini air irigasi sudah mati dan sawah sudah kembali kering,ujar Fitra warga Datar Lebar.

Menurut Darmali, sawah-sawah masyarakat di Datar Lebar maupun di Cahaya Alam ini kulturnya berbeda dengan sawah tadah hujan, karena kondisi tanahnya tidak bisa lama menyimpan air seperti sawah tanah hujan, saat musim tanah maupun musim penggarapan sangat membutuhkan air yang airnya terus menerus mengalir. Kalau tidak, sawahnya akan cepat sekali kering, karena ini kami masyarakat akan berupaya keras walaupun belum ada bantuan pemerintah untuk secepat mungkin dapat segera mengalirkan air kembali.

Sedangkan menurut warga lainnya, setelah melakukan pengamatan terhadap siring yang longsor tersebut, diduga penyebabnya bukan hanya kondisi irigasi yang masih belum seluruhnya dilakukan penyemenan.Namun juga diduga ikut andilnya bangunan irigasi yang dihilirnya diperkecil akibat dilakukan pembangunan beton.

Kondisi irigasi yang dibeton itu terlihat sempit,jauh lebih kecil dibandingkan sebelum disemen,akibatnya air dari atas menjadi terhambat mengalir,karena kelebaran irigasi sudah mengecil.

Bukan itu saja,mengingat sedang musim hujan deras petani juga khawatir di titik lain juga terjadi longsor lagi, sebab memang volume air saat ini sangat tinggi, sementara air tidak bisa mengalair leluasa karena irigasinya terjadi penyempitan akibat dari dampak pembangunannya yang di bagian hilir sempit.

Fitra dan warga lainnya berharap ada bantuan perbaikan darurat dari pemerintah kabupaten Muaraenim,sebab kondisi irigasi yang rusak cukup besar ini sangat memberatkan masyarakat dalam melakukan perbaikannya,:kalu bisa diharapkan ada pembangunan irigasi yang lebih kuat yang dibangun pemerintah.

Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Ir H Ahmad Yani Haryanto mengatakan,pihaknya akan menerjunkan timnya untuk meninjau lokasi tersebut, namun demikian Yani mengimbau kepada Masyarakat setempat untuk menulis surat tertulis yang ditujukan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Muaraenim,sehingga saat turun kelapangan bisa dilakukan koordinasikan langsung dilapangan untuk melakukakukan tindakan yang lebih cepat dalam penanganannya, kalau dari Pengairan teknisnya, sementara dari BPBD dapat langsung mengajukan penanggulangan bencananya,sebab kami juga belum ada laporan resmi langsung dari kades atau masyarakatnya,kami baru dari informasi dari wartawan, saya mengucapkan terima kasih banyak atas informasi tersebut, ujar Ahmad Yani yang berhasil dikonfirmasi via telepon.#nur

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...