Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Gubernur Apresiasi Keamanan Mesuji

* Janji Umrahkan Petugas 

 AlexKayuagung, BP

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengapresiasi kerukunan umat beragama di Sumsel. Dikatakannya, tidak boleh terjadi kerusuhan antar etnis dan agama di Sumsel, khususnya di wilayah Mesuji OKI. Untuk itu, pihaknya mengapresiasi terciptanya situasi dan kondisi keamanan yang kondusif ini dengan memberikan hadiah umrah bagi lima anggota TNI, Polri, dan tokoh masyarakat.

”Tahun ini kita telah berangkatkan 500 orang guru teladan, pegawai teladan, ulama teladan, dan lainnya. Kini kita akan berikan penghargaan kepada aparat sipil dan militer yang sudah bersumbangsih bagi situasi dan kondisi keamanan,” ujar Gubernur saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga  Biogas (PLTBg), di Desa Margo Bakti, Kecamatan Mesuji OKI Kamis (17/12) lalu.

Bahkan, di hadapan Presiden Direktur  PT Sampoerna Agro TBK  Ekadharmajanto Kasih dan sejumlah petinggi perusahaan yang  hadir dalam acara itu, Gubernur sempat melontarkan ajakan supaya pihak perusahaan turut berpartisipasi memberikan reward atau menambah jumlah penerima hadiah umrah.

Alhamdulillah masyarakat sekitar perusahaan sudah ikut merasakan peningkatan secara ekonomi juga hal lain. Jadi tak ada salahnya jika Pak Eka (presdir –red) mau ikut memberikan hadiah beberapa orang lagi. Bukankah kalau masyarakat ikut merasakan manfaat perusahaan, perusahaan juga bisa lebih tenang,” kata Gubernur disambut tepuk tangan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.

 

Warning Kebakaran

 

Hal lain yang sempat ditegaskan Gubernur dalam kegiatan itu adalah soal kebakaran lahan. Gubernur tegas me-warning Pemkab OKI supaya tidak sampai terjadi kebakaran lahan di wilayah Ogan Komering Ilir pada tahun-tahun mendatang.

”Jangan sampai terjadi lagi kebakaran lahan di OKI pada tahun 2016,” kata Alex.

Menurut Alex, pihaknya sudah melakukan koordinasi ke beberapa negara di Eropa untuk meminta bantuan dalam rangka mengatasi kebakaran lahan di Sumsel.

“Saya sudah berupaya keras, melakukan koordinasi ke beberapa negara tetangga dan ke negara Eropa, untuk mencari solusi dalam rangka pencegahan kebakaran lahan ini, dan beberapa negara luar di antaranya Belanda, Norwegia, dan beberapa negara lainnya, siap membantu kita, termasuk membantu di Kabupaten OKI,” terangnya.

Menurut Alex, kebakaran hutan dan lahan gambut tertinggi saat musim kemarau yang lalu adalah Kabupaten OKI dan Banyuasin. Jika ternyata tahun depan ternyata masih ada kebakaran lahan gambut yang begitu besar, pemerintah daerah dianggap lalai.

Terpisah, Sekretaris daerah OKI H Husin mengatakan, pemerintah Kabupaten OKI mulai dari sekarang sudah melakukan antisipasi untuk mencegah terjadi kebakaran lahan dan gambut di OKI.

“Kita sudah rapat Penyusunan rencana aksi program pencegahan kebakaran lahan dan hutan berbasis masyarakat, diantaranya kita akan membentuk 104 Desa peduli api yang dipusatkan di Desa yang rawan terjadi kebakaran lahan gambut,” kata Sekda.

Sekda mengakui, Kabupaten OKI merupakan salah satu wilayah yang mengalami kebakaran gambut. Pada tahun ini tidak kurang dari 3.161 ha lahan terbakar di wilayah ini. Permasalahan yang dihadapi untuk menangani karhutla pada tahun ini sangat komplek, antara lain wilayah Kabupaten OKI yang sebagian besar adalah lahan gambut.

“75% wilayah kita gambut semua. Gambut kita bisa mencapai kedalaman 7-8 meter, jadi kalau dipadamkan di luar api tetap menjalar di dalam,” ungkapnya.

Gejala Elnino pada tahun ini menurutnya, juga menjadi faktor banyaknya lahan terbakar di OKI. Selain itu dari segi peralatan dan pendanaan pemerintah daerah masih minim.# ros

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...