Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Tol Palindera Optimis Selesai Tepat Waktu

jalan-tol-palindraPalembang, BP
Progres pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Inderalaya (Palindra) terhambat akibat kondisi cuaca hujan lebat yang tidak bersahabat. Berbagai penundaan pekerjaan terpaksa dilakukan PT Hutama Karya (HK) sebagai kontraktor pengerjaan demi keselamatan dan keefektifan pembangunan.

Kepala Divisi Jalan Tol Palindra PT Hutama Karya Sugeng Adi Siswanto mengaku, kendala yang seringkali dikeluhkan para pekerja proyek adalah hujan deras yang kerap mengguyur wilayah perbatasan Kota Palembang dengan Kabupaten Ogan Ilir.

“Kalau sudah hujan, apalagi deras, seluruh pekerjaan berhenti total. Jika dipaksa dilakukan hasilnya nanti tidak maksimal,” kata Sugeng, Kamis (17/12).

Saat ini pihak kontraktor PT HK masih dalam progres penimbunan tanah di sepanjang ruas jalan dan pemancangan di beberapa titik gerbang pintu tol. Sugeng berujar, proses pemadatan tanah juga sedikit terganggu karena hujan yang memperlambat penyerapan air.

“Selain itu juga masih ada lahan yang belum dibebaskan sehingga belum terjamah konstruksi sekalipun,”bebernya.

Kendati demikian, pihaknya
mengatakan penundaan masih dalam batas wajar target pengerjaan. Secara keseluruhan, Sugeng menjelaskan pengerjaan tol Palindra baru mencapai 7 persen atau 1,5 Km dari total yang dikerjakan sepanjang 22 km. Target selesai pada Juni 2018 pun diakuinya tidak akan molor.

“Pengerjaan konstruksi terus dikebut, kami pastikan per 1 Juni 2017 seluruh badan jalan rampung sepanjang 22 Km. Sementara finishing hingga siap pakai kami targetkan Juni 2018,” ujarnya.

Pengerjaan Tol ruas Palindra terdiri dari tiga seksi yakni seksi 1 Palembang-Pemulutan 7,10 Km, seksi 2 Pemulutan-KTM 4,90 Km, dan terakhir KTM-Simpang Inderalaya 9,93 Km menjadi seksi 3.

Seperti diketahui, pembangunan JTTS akan menghubungkan secara langsung Bakauheni di Provinsi Lampung, batas ujung selatan Pulau Sumatera dengan Sabang di Provinsi Aceh di ujung utara. Jalan tol Palindra juga berkaitan dengan pengembangan kawasan Merek-Bakauheni-Bandar Lampung- Palembang dan Tanjung Api-Api.

Rencana pembangunan Palindra masuk dalam peraturan presiden nomor 100 tahun 2014 tentang percepatan pembangunan wilayah Sumatera dalam rangka mendorong pengembangan di Pulau Sumatera. Serta untuk mendukung pertumbuhan perekonomian nasional yang tercantum dalam rangka pelaksanaan masterplan percepatan pembangunan dan perluasan ekonomi indonesia 2010-2025. #idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...