Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Tidak Ada Kendala Dalam Pembangunan LRT di Palembang

ampera-lrtPalembang, BP
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Sumatera Selatan H Nasrun Umar memastikan tidak ada kendala dalam pembangunan light rail transit (LRT) di kota Palembang.
“Tinggal koordinasi dengan pihak stakeholder terkait berdasarkan arahan Pak Gubernur. Harusnya semuanya tidak ada masalah,” katanya, Jumat (18/12).
Terkait terjadinya kemacetan akibat dampak pembangunan LRT tersebut, Nasrun mengatakan, kemacetan adalah konsekuensi dari pembangunan suatu kota.
“Dan menurut aku tidak ada, di sosmed mana ada keluhan warga soal kemacetan akibat pembangunan LRT,” katanya. Pembangunan LRT ini akan ditargetkan selesai 2017. Hingga saat ini proses pembangunan sudah dimulai dan pembangunan ini akan dipercepat.
“Secara fisik 2017 ini akan selesai, dan Januari hingga juni 2018 sudah masuk persiapan sinyal dan listrik,” jelasnya.
Staf Ahli Pemkot Palembang Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Investasi Sudirman Teguh mengatakan, dalam pembangunan LRT saat ini kendala yang dihadapi yakni macet pada jam-jam tertentu pada lokasi pemancangan tiang-tiang LRT karena ada penyempitan jalan .”Selama ini bisa diatasi, karena macetnya kendaraan tidak sampai berhenti tapi hanya memperlambat kecepatan saja sehingga pengguna jalan masih bisa aktifitas normal,” katanya.
Untuk jembatan penyeberangan kalau dilihat tingginya masih tetap dipertahankan karena tidak mengganggu jalur LRT.
“Untuk pohon kita harapkan seminimal mungkin yang kena potong untuk pembangunan LRT tersebut,” katanya.
Sedangkan pengamatan di lapangan pembangunan megaproyek LRT yang akan menghubungkan bandara hingga Jakabaring sudah mulai dibangun tiang pancang.
Sementara itu PT Waskita Karya telah memulai persiapan fisik pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan, berupa pengecekan spesifikasi tiang pancang dan kedalaman pemancangan yang ideal.
Direktur Utama PT Waskita Karya Muhammad Choliq mengatakan, dengan persiapan yang saat ini sudah dimulai, konstruksi fisik proyek tersebut sudah dapat dimulai Januari mendatang.
“Kendalanya hanya teknis. Persiapan sudah, tapi fisik belum. Awal bulan depan kita sudah bisa mulai fisiknya,” katanya kemarin di gedung DPR RI.
Saat ini, Waskita tengah menyusun spesifikasi teknik dan anggaran biaya konstruksi untuk proyek tersebut. Sementara itu, studi kelayakan, penentuan trase, pembebasan lahan, analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), dan detail desain sudah diselesaikan.
Skema anggaran biaya menurutnya masih dirundingkan dengan Kementerian Perhubungan.  Choliq pernah mengungkapkan estimasi biaya proyek tersebut adalah sekitar Rp7 triliun.
PT Waskita Karya akan bertindak sebagai kontraktor pelaksana atas proyek tersebut. Menurutnya, penandatanganan kontrak sudah dapat dilakukan pada bulan ini, atau selambat-lambatnya akhir Januari 2016.
Menurutnya, pendaan proyek di 2016 akan dibiayai PT Waskita Karya. Selanjutnya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan mengalokasikan anggaran pembiayaan proyek tersebut pada APBN 2017 dan 2018.
“Kemampuan anggaran kita untuk tahun depan masih cukup,” katanya.
PT Waskita Karya mendapat penugasan langsung untuk pembangunan proyek tersebut sesuai ketatapan pemerintah melalui Perpres No. 116/2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/LRT di Provinsi Sumatra Selatan.
Seturut aturan tersebut, proyek tersebut sudah harus selesai pada Juni 2018 untuk mendukung perhelatan Asian Games di Palembang.
Proyek LRT Palembang memiliki panjang 24,5 km dengan dua koridor, yakni Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II – Masjid Agung Palembang sepanjang 14,5 km dan – Masjid Agung Palembang – Jakabaring Sport City sepanjang 10 km.
Dari pantauan tiang pancang untuk LRT ini sudah mulai dibangun sebelum arah pintu masuk bandara, di jalan Kol H Burlian tak jauh dari hutan wisata Punti Kayu dan di depan  Jakabaring Sport City (JSC).
Terdapat pengerjaan sudah dilakukan dengan adanya papan besar atau billboard yang terpasang di jalan menandakan pembangunan tiang LRT sedang dimulai.
Beberapa pekerja pun tampak sibuk membangun pembangunan LRT ini dengan mengeduk tanah sedalam beberapa meter untuk menanamkan tiang pancang pembangunan LRT tersebut.
Sementara itu jalur LRT akan memiliki jalur yang berdampingan dengan Jembatan Ampera yang selama ini menjadi ikon dari Kota Palembang.
Jalur yang akan berdampingan tersebut berada antara Stasiun Ampera dan Stasiun Polresta, tepatnya diantara kilometer 16 dan kilometer 17.
LRT  merupakan proyek transportasi publik yang dibangun untuk membantu menyelesaikan masalah kemacetan di Palembang sekaligus persiapan untuk menyongsong Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Palembang dan Jakarta. Jalur LRT Palembang akan membentang sepanjang 22 kilometer, menghubungkan Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Jakabaring Sport Center yang akan menjadi venue Asian Games 2018.
Kontraktor dari proyek ini adalah PT Waskita Karya sementara operator kereta dan jalurnya akan diserahkan ke PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Kini pembangunan LRT sudah di mulai di kota Palembang dan alam  selesai pada 2017 akhir dan ditargetkan mulai beroperasi pertengahan 2018 atau sebelum dimulainya Asian Games. Pendanaannya sendiri akan menggunakan anggaran Kemenhub sebesar 7 triliun rupiah dan akan dibayarkan melalui APBN 2017 dan 2018.#osk
Baca:  Dua LRT Tabrakan di Jalur Layang Munjul Cibubur
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...