Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Musim Hujan, Petani Sulam Tanaman Mati

20151212_123214_resizedMuaradua, BP
Kemarau panjang beberapa bulan lalu menyebabkan tanaman tumbuh para petani mati. Sehingga musim hujan ini para petani mulai melakukan penyulaman (penaman kembali bibit yang baru), mengganti tanaman yang mati akibat kekeringan.
Pantauan BeritaPagi di lapangan, Kamis (17/12), dari beberapa daerah kecamatan di Kabupaten OKUS, musim hujan ini rata-rata aktivitas mereka penaman kembali, baik lada maupun kopi.
Seperti yang dilakukan Pina, warga Desa Tanjung Raya, Kecamatan Buay Sandang Haji, sedikitnya 1.000 batang tanaman kopinya mati akibat kemarau beberapa bulan lalu, kini mulai ditanam kembali.
“Sudah empat hari ini dek, aku dan laki ku nyulami kopi ini,” katanya.
Ia menambahkan, bukan hanya tanaman kopi nya saja yang mati, tanam ladanyapun banyak yang mati. Terlebih usia tanaman sekitar 1-3 tahun rentan dengan kematian.
“Banyak dampaknya dek, lada ku juga banyak yang mati, apalagi tanaman itu baru belajar berbuah,” ungkap ibu tiga anak ini.
Terpisah, Gito, warga Desa Kuripan, Kecamatan Tiga Dihaji, mengatakan, saat ini tanaman miliknya meskipun  tidak semuanya mati, kondisi kebunnya tidak serapi sebelum kemarau. Oleh karena itu kebunnya masih perlu diditanam ulang. “Kejingo’an ompong makonyo kito tanam kembali,” ujarnya.
Matinya tanaman kopi ini setidaknya berpengaruh pada hasil panen tahun depan. “Sudah pasti penghasilan untuk tahun depan berkurang, biasanyo dalam semusim dapat 1 ton, kalau tahun ini aku raso dak dapat lagi,” katanya.
Pina dan Gito sama-sama berharap, semoga tahun depan tidak ada lagi musim panas seperti tahun 2015, yang menyebabkan kebakaran di mana-mana.#bob
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...