Home / Headline / Cegah Perusakan Lingkungan, Selektif Terima Investor

Cegah Perusakan Lingkungan, Selektif Terima Investor

indexPalembang, BP
Pembangunan besar-besaran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA) dan terbuka lebarnya penanaman investasi tak membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan asal terima investor yang akan ikut mengembangkan kawasan tersebut. Sebagai langkah antisipasi perusakan lingkungan dan pencemaran udara sebagai dampak industri, Pemprov Sumsel akan lebih selektif dalam memilih investor.

Project Manager Unit KEK TAA Regina Ariyanti mengatakan, pihaknya akan langsung menolak setiap industri yang berpotensi mengeluarkan limbah berlebihan dan mencemari lingkungan di KEK TAA.

Dirinya menjelaskan, pemprov memperketat masuknya investor berkaca dari musibah kasus kabut asap akibat limbah pabrik yang terjadi di Tiongkok belakangan ini.

“Setiap perusahaan yang akan mendirikan industri di KEK TAA, wajib memiliki standar pengawasan lingkungan dan penggunaan teknologi tinggi dalam upaya mengatasi masalah pencemaran lingkungan. Pabrik harus memiliki sistem pembuangan limbah yang canggih sehingga tidak mencemari lingkungan. Lokasi industri atau pabrik pun harus terpisah dari kawasan permukiman penduduk,” terangnya di Griya Agung, Rabu (16/15).

Hingga kini, ada empat investor serius yang akan menanamkan investasinya di Sumsel, khususnya KEK TAA. Seperti Dubai Port, Jebel Ali Free Zone, PT Dex, dan PT Indorama.

Meski diberi target hingga 2017, namun pihaknya tak ingin tergesa-gesa dalam menerima investor di Sumsel. Pihaknya juga kedatangan tamu dari Dubai Port, kemarin, yang hendak menjajaki serta menanyakan komitmen terkait pembangunan di KEK TAA.

Untuk diketahui, Dubai Port adalah perusahan skala internasional yang bermarkas di Uni Emirat Arab (UEA). Saat ini mereka merupakan nomor satu di bidang pelabuhan dengan memiliki 66 terminal pelabuhan, tersebar di 33 negara dengan 36.000 karyawan. Dubai Port memiliki terminal keempat terbesar di dunia dan melayani sembilan persen bisnis kontainer dunia. Bersama PT Pelindo II, Dubai Port 51 persen mengelola Terminal Peti Kemas Surabaya.

Sementara Jebel Ali Free Zone merupakan pengelola kawasan ekonomi khusus seluas  5.700 hektar di UEA yang juga sahamnya dimiliki oleh Dubai Port. Memiliki 7.100 perusahaan multinasional diseluruh dunia, menyumbang 20 persen GDP untuk UEA tahun lalu serta memiliki 85.000 pekerja. Jebel Ali meraih pendapatan sebesar Rp961,9 triliun sejak tahun 2011, dengan dua miliar pelanggan dan partner bisnis di seluruh dunia.

Sementara PT Indorama merupakan perusahaan petrokimia yang memiki 58 pabrik dengan 26.000 karyawan tersebar di 26 negara. Memproduksi 9,7 ton petrokimia pertahun dan memiliki peran bisnis strategis di Benua Afrika. Sedangkan Dex merupakan perusahaan swasta nasional baru yang bergerak di bidang pengolahan minyak mentah dan jasa penampung minyak mentah.

Selain Port di KEK, Regina menjelaskan, Dubai Port pun tertarik untuk mengembangkan Jakabaring Sport City guna persiapan Asian Games 2018 mendatang.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, kekayaan alam membuat Sumsel dikenal oleh banyak negara di dunia. Cukup banyak investor yang melirik Sumsel. “Saat ini banyak yang sudah melirik dan dalam tahap penjajakan. Ratusan ribu tenaga kerja akan tersedia apabila KEK TAA sudah berjalan nanti,” ujarnya.

Presiden of Unis Corporation HQ Lausanne Swiss Mr Jesus Vazquez Rivera mengatakan, pihaknya masih menjajaki semua potensi yang ada di Sumsel. Apalagi pihaknya menilai Sumsel memiliki kekayaan sumber daya alam dan dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang.

“Kami ingin lebih mengenal Sumsel. Kita akan melihat potensi di KEK, JSC dan sebagainya di Sumsel,” pungkasnya. #idz

x

Jangan Lewatkan

Pjs Bupati OKU Dipegang Muhammad Zaki Aslam

Baturaja, BP–Pengukuhan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati OKU Oleh Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru Bertempat di Griya Agung Palembang Sumsel, ...