Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Polres OI Siagakan 500 Personel Amankan Rekapitulasi

Inderalaya, BP

Kepolisian Resort (Polres) Ogan Ilir (OI) telah menyiagakan sebanyak 500 anggota polisi untuk mengamankan jalannya penghitungan rekapitulasi hasil suara pemilihan bupati dan wakil bupati periode 2016-2021 di Kantor Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir (OI) yang berlangsung hari ini. Disiagakannya ratusan anggota polisi itu dimaksudkan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Ya, kami siagakan sekitar 500 personel di KPUD dan Panwaslih OI. Segenap kekuatan telah diarahkan untuk mengamankan penghitungan rekapitulasi suara di KPU. Personil ini berasal dari Polda Sumsel, Sat Brimob, Polresta Palembang, Polres Prabumulih, dan Polres Banyuasin yang bertugas mengawal hingga penetapan pleno oleh KPUD,”kata Kapolres OI AKBP Denny Yono Putro, Selasa (15/12)

Saat penghitungan rekapitulasi, masih kata Kapolres, pihaknya menjamin penghitungan rekapitulasi dapat berjalan dengan kondusif. apalagi saat penghitungan rekapitulasi tidak akan ada aksi yang dilakukan tim paslon manapun.

“Sampai saat ini tidak ada surat masuk terkait adanya aksi selama berlangsungnya penghitungan rekapitulasi surat suara di KPUD OI. Namun kami tetap antisipasi dengan menyiagakan ratusan personil,”jelasnya.

Pihaknya diberi tanggung jawab untuk mengamankan pelaksanaan pilkada bupati dan wakil bupati. Jika dilapangan terjadi hal yang tidak diinginkan, maka pihaknya meminta petugas pengamanan pilkada untuk melakukan tindakan tegas dan terukur serta secara profesional. Petugas pengamanan pilkada juga harus menghindarkan arogansi, peka dan tanggap terhadap gejala-gejala yang muncul serta segera dapat mengambil langkah cepat, tepat dan professional dalam penanganannya.

Ketua KPU OI Annahrir didampingi Komisioner KPU OI Divisi Hukum Amrah Muslimin membenarkan hari ini dilangsungkan penghitungan rekapitulasi suara pasca rekapitulasi suara di tingkat PPK sudah ditetapkan Sabtu lalu.

“Dalam jadwal, rekapitulasi suara dimulai 16-18 Desember. Sedangkan pengumuman hasil rekapitulasi suara dilakukan pada 17 sampai 23 Desember,”ucapnya.

Disebutkannya, jika tidak ada perselisihan hasil pemilihan (PHP) maka penetapan atau pleno bupati dan wakil bupati terpilih akan dilakukan pada 21-22 Desember mendatang. Tapi jika ada PHP, maka penetapan paslon terpilih akan diumumkan pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 12 Februari-13 Maret 2016.

“Sesuai UU di MK, maka MK akan menerima pengaduan atau laporan jika memang ada bentuk pelanggaran. Laporan hanya bisa ditindaklanjuti jika selisih kemenangan dibawah 1,5% atau sekitar 4.500 suara. Tapi kalau kemenangan itu 1,5% tidak akan diterima MK.  Soal DPT, silakan tim paslon ajukan guggatan ke MK. Tentunya kami tetap siapkan bukti kongkret rekapitulasi tingkat PPS hingga PPK. Soal diterima atau tidak itu urusan MK,” jelasnya. #hen

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...