Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

KPU Sumsel Batasi Saksi Rekap di Tingkat Kabupaten

h-aspahani-se-ak-mm-ca-3248Palembang, BP
Rekapitulasi hasil penghitungan suara KPU pada tujuh Kabupaten di Sumsel, pada tingkat KPU Kabupaten yang akan berlangsung tanggal 16-18 Desember 2015, akan dimonitoring dan disupervisi langsung oleh KPU Sumsel.
Dalam rekap nanti, peserta rapat rekapitulasi penghitungan suara, akan dihadiri maksimal dua orang saksi dari masing-masing pasangan calon (paslon) selain Panwas Kabupaten dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Menurut ketua KPU Sumsel Aspahani, pembatasan jumlah saksi dalam rekapitulasi tersebut, sesuai peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2015, maka yang menjadi peserta rapat rekapitulasi hasil penghitungan suara adalah dua orang saksi dari masing-masing paslon, yang wajib membawa dan menyerahkan surat mandat yang ditandatangani oleh pasangan calon atau tim kampanye pasangan calon tingkat kabupaten.
” KPU Sumsel akan mensupervisi dan memonitoring tahapan Pilkada serentak di Sumsel 2015, dan mengingatkan kepada KPU Kabupaten di tujuh daerah Pilkada untuk cermat dalam proses rekapitulasi, termasuk menyelesaikan keberatan paslon atau saksi dalam formulir DB-2,” kata Aspahani didampingi anggota KPU Sumsel Ahmad Naafi, Selasa (15/12).
Selain itu untuk mengakomodir kepastian hukum dalam pengajuan perselisihan hasil pemilihan diharapkan KPU Kabupaten untuk cermat pula dalam membuat surat keputusan penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan hasil pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2015.
Data yang dihimpun enam kabupaten menjadwalkan pelaksanaan rekapitulasi mulai tanggal 16 Desember 2015, kecuali KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura) yang menjadwalkan rekapitulasi tanggal 17 Desember 2015.
Harus cermat dalam membuat keputusan termasuk harus mencantumkan pula waktu keputusanya pukul berapa harus dituliskan, jamnya, lebih berapa menit dan waktu Indonesia bagian barat, karena menyangkut pengajuan ke MK (Mahkamah Konstitusi) yang 3 X 24 jam sejak keputusan ditetapkan,” kata Aspahani.
Diterangkannya, dalam surat keputusan tentang penetapan rekapituilasi hasil penghitungan perolehan suara, dan hasil pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2015 inilah, yang akan menjadi objek sengketa di mahkamah konstitusi.
“Setelah 3 x 24 jam tidak ada pengajuan gugatan ke MK maka pasangan calon terpilih dapat ditetapkan melalui surat keputusan KPU Kabupaten,” tandasnya.
Dilanjutkannya, dalam rekap tingkat Kabupaten tersebut, KPU Sumsel telah membagi tugas komisioner KPU Provinsi Sumsel yang akan melaksanakan tugas di tujuh kabupaten. Rinciannya, Ketua KPU Sumsel dan anggota Alexander Abdullah akan memonitoring pelaksanaan rekapitulasi di wilayah OKU, OKU Timur dan OKU Selatan. Henny Susantih akan melakukan monitoring ke KPU Kabupaten Ogan Ilir dan Pali.
Sedangkan, Ahmad Naafi dan Liza Lizuarni akan melakukan monitoring di KPU Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara (Muratara).#osk
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...