Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Kasus DBD di Sumsel Meningkat

imagesPalembang, BP
Seiring datangnya musim penghujan, tak hanya banjir yang menghantui masyarakat. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) akibat perkembangan nyamuk aedes aegypti yang meningkat dalam musim hujan. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat sejak Januari hingga Desember terdapat 2.635 kasus DBD di seluruh kabupaten/kota.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini mengatakan, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yakni 1.617 kasus. Dirinya menjelaskan, mulainya musim hujan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kasus DBD.

Lesty mengungkapkan, Palembang menjadi daerah dengan penemuan kasus DBD paling banyak dibandingkan dengan 16 kabupaten/kota lainnya dengan 795 kasus. Kota Pempek ini memiliki kepadatan, jumlah penduduk, serta mobilitas yang lebih tinggi daripada daerah lainnya yang sangat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit DBD.

Disusul oleh Banyuasin di tempat kedua dengan 387 kasus, 319 kasus di Prabumulih, 261 di Ogan Komering Ilir (OKI), 230 kasus di Muaraenim, 198 di Musi Banyuasin, dan 148 di Ogan Ilir.

Selanjutnya terdapat 143 kasus di OKU Timur, 103 di Lubuk Linggau, 60 kasus di PALI, 55 di Pagaralam, 40 kasus di OKU, 32 kasus di Lahat, 30 di Musirawas, 19 di Empat Lawang, tujuh kasus di Muratara, serta empat di OKU Selatan.

“Penyebaran DBD sendiri dipengaruhi oleh kepadatan penduduk, topografi wilayah, dan mobilitas. Yang perlu diwaspadai adalah, DBD menyerang seluruh kalangan. Kalau dulu banyak yang menderita DBD adalah anak usia sekolah, tapi sekarang penderita dewasa pun sama banyaknya dan persentase tertularnya pun sama rawannya,” jelas lesty.

Tugas Dinkes Sumsel dalam menekan dan mencegah penyebaran penyakit DBD yakni membantu Dinkes Kabupaten/Kota secara teknis dan materi. “Kami berikan sosialisasi, pembinaan teknis dalam pencegahan, dan kami pun menyuplai segala jenis logistik yang bisa mencegah penyebaran penyakit DBD ini,” paparnya.

Dinkes telah melakukan berbagai upaya antara lain membuat surat edaran Gubernur tentang kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota se-Sumsel sejak November lalu.

Dinkes pun membagikan 4.009 kilogram larvasida, 7.250 liter insektisida, 2.720 kali Rapid Test Diagnostic (RTD) DBD, dan fogging untuk seluruh kabupaten kota se-Sumsel. Bubuk larvasida bisa digunakan masyarakat untuk mencegah pertumbuhan jentik nyamuk di bak dan penampungan air.#idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...