Ultimate magazine theme for WordPress.

3 Tersangka Pembakaran Hutan Dituntut Pasal Berlapis

kebakaran-hutan-ilustrasi-_130820111450-208Sekayu, BP

Ketiga tersangka penyalahgunaan pengelolaan hutan tanpa izin dan pembalakan liar yakni Petrus Purba (40), Marwan Tarigan (40), dan Edward (61) telah memasuki babak penuntutan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekayu. Sidang  ketiganya digelar pada Selasa (8/12) setelah sebelumnya berkas mereka lengkap alias P21.

Petrus Purba diduga telah menyuruh,  mengorganisasi,  atau menggerakkan  pembalakkan liar dan atau penggunaan kawasan hutan tanpa ijin dari pihak berwenang.  Atas perbuatan ini  Petrus diancam pidana pasal 94 ayat (1) huruf a UU RI nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Selain itu terdakwa bersama dengan Marwan Tarigan serta Edward diduga melaksanakan kegiatan tanpa memiliki ijin lingkungan uang dikeluarkan Pemkab Muba.  Atas perbuatan ini terdakwa juta diancam pidana dalam pasal 109 UU RI nomor 32 tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup Jo.  Pasal 55 ayat (1) KUHP.
Jaksa penuntut, Wawan Setiawan SH dan Maya, SH saat membacakan dakwaan juga menyebut bahwa Petrus  tidak pernah mengajukan permohonan perjijnan kepada Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI maupun kepada Pemkab Muba.  “Dan seharusnya yang diperbolehkan mengajukan permohonan ijin pemanfaatan hasil hutan kayu atau berusaha dalam kawasan hutan produksi untuk digunakan dalam kegiatan hutan tanaman  industri adalah badan usaha atau minimal kelompok tani yang berbadan hukum dengan mengajukan permohonan secara prosedural,” bebernya.

Sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sekayu, Edy Handoyo SH,  mengatakan   pihaknya  telah menerima 3 berkas pelimpahan  dari Kejati Sumsel. Pelimpahan tersebut terkait kasus pembalakkan hutan dan pengelolaan hutan tanpa izin di Desa Mendis, Kecamatan Bayung Lencir, Muba.

“Pertengahan bulan lalu,  Rabu (11/11) kita telah menerima pelimpahan kasus dari Kejati Sumsel, ketiganya diserahkan terkait kasus pengelolaan hutan tanpa izin dan pembalakan liar. Kasusnya telah disidangkan dan kita menunggu eksepsi dari terdakwa Selasa depan,” kata Edy Handoyo, ketika dikonfirmasi di ruangannya, Kamis (10/12).

Sementara itu, Kasubagbin Kejari Sekayu, Wawan Setiawan SH yang juga sebagai Jaksa dalam menangani kasus ini menambahkan, kasus yang menimpa terdakwa ini cukup rumit. ” Oleh karena itu kita melibatkan tim Pidsus, tim Pidum, dan tim Intel di Kejari Sekayu dalam melakukan penyelidikan,” kata dia.

Wawan juga menyebutkan kasus ini menyita banyak perhatian publik.  “Makanya kita berharap medis ikut memantaunya agar masyarakat bisa mencermati bersama kasus ini.  Kita hanya menangani sidangnya sedang dakwaan dibuat langsung bersama pelimpahan berkas oleh JPU Armen Wijaya, SH pada 19 November 2015 lalu, ”  tutupnya.

M Yusuf, kuasa hukum terdakwa Petrus cs, telah menyusun eksepsi yang akan disampaikan pada sidang kedua Selasa (15/12) mendatang. Yusuf menilai bahwa penyidikan di kepolisian tidak sesuai peraturan.  Menurutnya, sesuai  perundangan pasal 95 penegakan hukum menyangkut lingkungan hidup diajukan penyelidikan oleh tim terpadu bukan saja oleh kepolisian. #arf

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...