Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

3 Mantan Anggota DPRD Sumsel Gagal Jadi Bupati

Hasil Perhitungan Sementara
pbb-tunjuk-kader_20150503_201231Palembang, BP
Berdasarkan hasil rekap sementara, suara yang diperoleh tiga mantan Anggota DPRD Sumsel priode 2014-2019 yang ikut pilkada masih di bawah perolehan suara kandidat lain. Hal ini menambah panjang daftar anggota dewan Sumsel yang kalah dalam pilkada.
Adapun tiga anggota DPRD Sumsel yang telah mundur dari dewan untuk ikut pilkada adalah Muchendi Mahzareki (Calon Bupati Ogan Ilir), Edwar Jaya (Cabup OKU Timur), dan Wahab Nawawi (Cabup OKU Selatan).
Berdasarkan real count yang dilakukan PDI Perjuangan Sumsel, untuk sementara tiga mantan dewan tersebut masih belum beruntung: pasangan Kholid Mawardi –Feri Antoni unggul di Kabupaten OKU Timur, pasangan Popoali Martopo-Solehin Abu Asir unggul di OKU Selatan, dan pasangan AW Noviandi-Ilyas Panji Alam unggul sementara di OI.
Data dari Kesbangpol Sumsel, duet Popo Ali Martopo-Sholehien Abuasir mengungguli pesaingnya dengan memperoleh 59.303 suara sah atau 22,25 persen. Sementara pasangan A Wahab Nawawi-Herawati mendapat 30.470 suara, dengan jumlah suara yang masuk 89,773 atau 33,69 persen dari jumlah DPT.
Untuk pilkada di OKU Timur  1, M Kholid MD-Fery Antoni unggul dengan 131.663 suara sah atau 26,97 persen. Sementara pasangan Edward Jaya-Sugeng meraih 77.590 suara atau 15.90 persen dan pasangan Juanda-Didi Apriadi mendapat 16.851 suara sah atau 3,45 persen.
Tidak signifikannya hasil perolehan suara tigamantan anggota DPRD Sumsel tersebut, telah menambah panjang daftar anggota DPRD Sumsel yang gagal dalam pilkada.
Seperti diketahui sebelumnya ada beberapa dewan yang gagal dalam pilkada di antaranya, Fahlevi Maizano (Pilkada OKU), Tolat Wafa Ahmad (pilkada OI), Iqbal Romzi (Pilkada Kota Palembang), Giri Ramandha (Pilkada Muara Enim), Suharindi (Pilkada Pagaralam), dan masih banyak lagi. Dari jumlah tersebut, belum ada anggota dewan Sumsel yang terpilih menjadi kepala daerah.
Pengamat politik Sumsel, Prof Alfitri, mengatakan, bila melihat dari hasil rekap suara sementara, terlihat jelas kalau pemilih tradisional masih mengacu pada apa yang mereka rasakan. Alfitri menilai  mesin partai masih sangat berpengaruh dalam kemenangan calon. Di mana calon yang mesin politiknya benar-benar jalan, mempunyai peluang lebih besar untuk menang. Hal lain yang turut memengaruhi pilkada adalah pemilihan pasangan.
“Dalam memilih pasangan ini, yang dilihat banyak factor, bisa kolaborasi dari partai besar, suku, dan lainnya,” katanya, Rabu (9/12).
Dengan pengalaman ini, bila ke depan masih ada dewan yang berniat ikut pilkada, ia harus menunjukkan programnya kepada masyarakat sejak awal dilantik dan pilihlah pasangan yang mempunyai peluang besar untuk menang. “Kalau ini dilakukan, bukan tidak mungkin anggota dewan Sumsel juga bisa jadi kepala daerah,” ujarnya.#osk
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...