Ultimate magazine theme for WordPress.

Mantan Kadisdik Muaraenim Disidang

IMG_00002712Palembang, BP
Penanganan perkara dugaan penyelewengan dana bantuan sosial Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) E-learing untuk 62 Sekolah Dasar di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Muaraenim memasuki babak baru.
Setelah menjatuhkan pidana penjara terhadap para pemilik perusahaan rekanan, yakni Wahyudi (35), Hendry Aditya (26), Hendri Kusmi (39) dan Armand (44). Serta Yasdin Antoni, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana dan Zalfi Novianto, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim.
Kali ini mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim, Hamirul Han (60), serta Martina (49) selaku Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim dihadapkan ke persidangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor pada PN Klas IA Khusus Palembang.
Dalam dakwaan yang dibacakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) baru-baru ini, kedua terdakwa dijerat Pasal 2 dan 3 Jo Pasal 18 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Pasal 55 KUHP.
Lantaran diduga telah melakukan penunjukan langsung terhadap perusahaan rekanan sebagai penyedia barang untuk bantuan sosial perlengkapan TIK kepada 62 sekolah dasar. Serta mengarahkan agar sekolah pembelian barang melalui rekanan yang telah ditunjuk.
Sehingga para kepala sekolah penerima bantuan tidak berani melakukan pembelian sendiri sebagaimana petunjuk teknis penyelenggaraan kegiatan dan memilih menunggu pihak penyedia barang yang telah ditunjuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim.
Padahal seharusnya berdasarkan petunjuk teknis kegiatan pengadaan sarana dengan spesifikasi telah ditentukan dilakukan secara swakelola. Berarti harus dilaksanakan langsung oleh sekolah penerima bantuan.
Serta dalam pelaksanaan program yang menggunakan anggaran tahun 2014 senilai Rp33 miliar ini diduga terdapat penyimpangan dan berdasarkan hasil audt BPKP perwakilan Sumsel ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp666.995.280.
Usai mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) majelis hakim yang diketuai Elly Noor Yasmin menunda persidangan dan kembali akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.#ris

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...