Ultimate magazine theme for WordPress.

Dishub Terapkan Rekayasa Jalan Bundaran Air Mancur

indexPalembang, BP
Kemacetan yang kerap terjadi di sekitaran Jembatan Ampera, baik di Seberang Ulu maupun Ilir membuat pemerintah kota maupun provinsi memutar otak memecah kebuntuan kepadatan tersebut. Terhitung besok, Kamis (10/12), rekayasa jalan mulai diterapkan di sekitaran Bundaran Air Mancur (BAM), Jalan Jenderal Sudirman.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel Nasrun Umar mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kota Palembang telah menggelar rapat untuk melakukan rekayasa jalan baru di kawasan BAM.

“Malam ini (kemarin – red) rekayasa jalan akan dibuat di kawasan BAM. Jadi besok (hari ini-red) rekayasa tersebut sudah bisa diterapkan untuk lalu lintas,” ujarnya melalui Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan dan Perkeretaapian Sudirman.

Sudirman mengungkapkan, pembatas jalan temporer berwarna jingga yang selama ini membatasi jalur dari Jalan Jenderal Sudirman menuju Jembatan Ampera atau Jalan Merdeka akan dibuka. Pengendara dari arah Pasar Cinde bisa langsung menuju ke Ampera. Tanpa ada penghalang yang selama ini terpasang.

Sepanjang Jembatan Ampera akan dibangun median permanen berupa blok beton, menggantikan median temporer yang semula menggunakan cone jingga dengan tali-tali agar pengendara dari lajur kiri tak menyalip dengan menggunakan jalur sebaliknya.

“Kami pun akan memasang rambu dilarang memutar dari bawah Jembatan Ampera samping pos polisi ke Pasar Cinde. Pagar besi yang berada di samping kiri Masjid Agung dilepas untuk jalur pengendara ke arah Jalan Merdeka dari arah Pasar Cinde. Transmusi dan mobil umum bisa langsung masuk ke pasar 16 Ilir dari arah Pasar Cinde melewati jalan yang tersedia di depan Bank Mandiri Pasar Cinde,” ungkapnya.

Kendaraan dari arah Pasar Cinde dengan tujuan Jalan Merdeka kini bisa berbelok ke arah kanan, langsung menuju BAM yang semula dibatasi oleh pagar-pagar putih sementara blok jalan yang berada di bawah jembatan penyebrangan Mesjid Agung akan dipasang permanen.

Lokasi dari bawah jembatan penyebrangan hingga depan pagar Masjid Agung akan dijadikan sebagai lokasi parkir. Sudirman menuturkan, seharusnya pihak Yayasan Mesjid Agung menggratiskan bagi pengendara mobil/motor yang hendak beribadah Jumat, parkir di situ.

“Sebab pada hari Jumat, parkiran kendaraan penuh di sekitar Masjid Agung. Kebanyakan pemilik kendaraan ogah parkir didalam karena mahal. Digratiskan supaya parkiran tidak menumpuk diluar saja,” imbuhnya.

Terlepas dari rekayasa tersebut, pihaknya mengimbau kepada pengendara agar tidak berkendara di jam-jam sibuk agar terhindar dari kemacetan. Hingga kini, tingkat kepadatan jalan di Palembang atau V/C ratio jalan di pusat Kota Palembang sudah melebihi angka 1, yang artinya kemacetan sering terjadi.

Beberapa jalan yakni Sudirman, Jalan Jakabaring-Ampera, Jalan Kol Burlian, Jalan Basuki Rahmat, Jalan R Soekamto sudah melebihi angka 1. Kemacetan yang terjadi di Palembang bukan dikarenakan oleh infrastruktur jalan yang kurang bagus, namun karena pertumbuhan kendaraan yang semakin meningkat tiap tahunnya.

Ketersediaan jalan dengan jumlah kendaraan sudah tak lagi seimbang. Jalan tak bisa terus bertambah sedangkan kendaraan setiap tahunnya bertambah seiring pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kita upayakan dengan adanya perubahan dan rekayasa jalan ini kemacetan berkurang,” harapnya.

Kebutuhan Kota Palembang untuk memiliki moda transportasi massal sudah sangat mendesak dengan tingginya V/C ratio lalu lintas. Apabila tidak ada solusi pengurai kemacetan, diperkirakan pada 2018 mendatang lalu lintas Palembang akan mengalami grand lock.

Untuk itu, penambahan transportasi massal seperti light rail transit (LRT), penambahan armada Transmusi, serta dibangunnya Jembatan Musi IV dan VI, juga Flyover Simpang Bandara dan Keramasan sangat diperlukan Palembang.

“Seluruh komponen masyarakat harus mendukung terealisasinya seluruh infrastruktur tersebut demi kenyamanan kita semua menjelang Asian Games 2018 ini,” tandasnya. #idz

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...