Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

2016, Perumahan Mewah Masih Melambat

Palembang, BP

Ketua DPD REI Sumsel, Hariadi BengawanBerkaca dari progress penjualan di tahun ini, juga perekonomian yang belum beranjak naik membuat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel) memprediksi penjualan perumahan komersil (mewah) masih melambat di tahun depan.

Ketua DPD REI Sumsel Hariadi Bengawan mengatakan, tahun ini properti di sektor komersil mengalami penurunan hingga 40 persen. “Karena perumahan di sektor ini masih melambat, diperkirakan tahun depan masih sama, tetapi akan kembali menggeliat di semester kedua,” katanya, Rabu (9/12).

Dikatakannya, masih melambatnya sektor ini pada semester pertama tahun depan, dikarenakan perekonomian memang masih melambat. Sedangkan untuk pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap industri dan sektor riil di perkirakan baru akan terjadi pada semester ke dua.

Menilai dari hal tersebut, maka untuk target DPD REI di sektor ini pada tahun depan dicanangkan akan tetap sama seperti tahun ini. Untuk tahun 2015, target penjualan rumah komersil dicanangkan sebanyak 1.500 unit hingga saat ini realisasi baru di angka 800-an unit.

“Sejauh ini untuk tipe rumah komersil yang masih banyak diminati berada di kisaran angka Rp300 juta sampai Rp500 juta. Sedangkan untuk rumah di atas harga tersebut masih akan sulit,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengharapkan pemerintah pusat agar segera mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur regulasi penyederhanaan perizinan di sektor properti. Agar dapat kembali menumbuhkan bisnis properti yang beberapa tahun terakhir terus menunjukkan tren penurunan, maka pemerintah harus dapat segera merealisasikan regulasi yang mengatur sektor ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membangkitkan sektor properti yakni dengan memangkas atau menyederhanakan proses perizinan dan sertifikasi.

Dikatakannya, seperti halnya dalam kepengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dimana sebelumnya harus melalui proses yang panjang mulai dari tahap advice plan dan sebagainya. Selama ini, rata-rata untuk proses tersebut saja memakan waktu paling cepat sekitar dua bulan. Dengan adanya regulasi baru maka setidaknya prosesnya dapat lebih sederhana, idealnya kedepan waktu yang dibutuhkan hanya sekitar dua minggu.

“Jika melihat kondisi saat ini, kami belum bisa menargetkan pertumbuhan terlalu tinggi di tahun depan. Target kita akan sama dengan apa yang dicapai tahun ini. Namun, tidak menutup kemungkinan jika sejumlah kebijakan baru digulirkan maka dunia properti akan lebih baik lagi,” katanya.#pit

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...