Ultimate magazine theme for WordPress.

Penyidikan Karhutla Terhambat pada Saksi Ahli

Satu Perkara Dibutuhkan Delapan Saksi Ahli

Palembang, BP
Penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel yang menangani korporasi atau perusahaan yang diduga lalai melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel mengalami kesulitan, sehingga penyidikan terkesan lambat. Faktor yang menghambat dalam mengusut kasus karhutla adalah saksi ahli.

“Memecahkan kasus karhutla ini tidaklah mudah, karena harus mengumpulkan beberapa saksi ahli. Sedangkan para ahli tersebut adalah orang-orang yang memiliki kesibukan yang sangat padat,” ujar Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol Tulus Sinaga, Selasa (8/12).

Baca:  Jumlah Titik Api di Sumsel Meningkat, Waspada Karhutla!

Dalam mengusut tuntas kasus tersebut, masih dikatakan Tulus, masyarakat harus mengetahui perbedaan dalam penanganan kasus karhutla dan kejahatan konvesional lainnya. Penyidikan kasus karhutla ini membutuhkan banyak saksi ahli.

“Satu berkas perkara karhutla saja memerlukan delapan saksi ahli, baik itu ahli lingkungan, ahli kerusakan, ahli BLH, ahli perkebunan, ahli kebakaran, ahli pidana kebakaran, ahli korporasi dan lainnya,” kata Tulus.

Saksi ahli itu salah satu faktor saja yang membuat lama menangani kasus ini, menurut Tulus, ada faktor lainnya seperti laboraturium yang digunakan untuk mengetahui hasil barang bukti dan hasilnya pun baru keluar sekitar dua Minggu.

Baca:  Jumlah Titik Panas di Sumsel Meningkat, Masyarakat Harus Waspada Karhutla

“Di Sumsel saja belum memiliki laboratorium itu, karena sebelumnya kami sudah koordinasi dengan Unsri. Sedang laboratorium baru ada di ITB, itu sebabnya sedikit lama. Kemudian di Sumsel juga belum memiliki ahli kebakaran hutan dan lahan, sehingga kami harus mendatangkar dari luar Sumsel,” jelas Tulus.

Meskipun begitu, ditegaskan Tulus, pihaknya tetap berusaha untuk mengusut kasus pembakaran hutan dan lahan yang berada di wilayah hukum Sumsel. Saat ini juga, masih menunggu beberapa ahli untuk bisa melakukan olah TKP dan menentukan apakah pembakaran tersebut ada tindak pidananya atau tidak.

“Kita akan terus usut kejahatan korporasi ini dan saat ini kita masih menunggu para ahli untuk bisa hadir memenuhi undangan kami. Sejauh ini, kami juga belum menemukan adanya tersangka baru,” tutur Tulus. #rio

Baca:  Jumlah Titik Api di Sumsel Meningkat, Waspada Karhutla!
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...