Home / Headline / Bukit Siguntang dan BKB Belum Jadi Cagar Budaya

Bukit Siguntang dan BKB Belum Jadi Cagar Budaya

Sejak 2004 Sumsel Baru Miliki 9 Cagar Budaya
1655012_649737781739389_1060533750_oPalembang, BP
Hingga kini Bukit Siguntang dan kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) belum ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Akibatnya banyak terjadi pembangunan dalam kawasan tersebut yang mengurangi keberadaan dan fungsinya.
Kepala Balai Arkeologi (Balar) Palembang Nurhadi Rangkuti menilai BKB dan Bukit Siguntang bukan lagi situs cagar budaya atau bangunan cagar budaya tapi sudah harus menjadi kawasan cagar budaya, seperti BKB  yang meliputi Benteng Kuto Besak, Museum SMB II sampai Masjid Agung Palembang, dan bukan perbangunan atau persitus lagi.
“Dulu penetapannya perbangunan/situs, dan sekarang dengan adanya Undang-Uundang No 11 tahun 2010 ada lagi dikembangkan selain bangunan, situs sekarang kawasan. Kawasan itu terdiri dari bangunan dan situs, kalau untuk BKB ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya sudah banyak berubah, artinya jangan ada bangunan baru yang menutupi bangunan-bangunan cagar budayanya,” katanya, Selasa (8/12).
Nurhadi mendesak pihak Pemprov Sumsel dan Pemko Palembang segera membentuk tim ahli cagar budaya, untuk segera menetapkan Bukit Siguntang dan BKB sebagai kawasan cagar budaya. Tim ahli cagar budaya ini nantinya akan membuat sertifikasi dan menetapkan situs-situs mana yang akan menjadi prioritas untuk disertifikasi dengan dilihat dari nilai penting ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan sebagainya.
“Pak Adam (pihak Museum SMB II) juga ada informasi kalau akhir Desember nanti susunan tim ahli cagar budaya ini terbentuk dulu baru tahun depannya ada sertifikasi ahli cagar budaya dari tim dari nasional itu ,” katanya.
Dan untuk mengetahui nilai penting itu harus lewat penelitian baik melalui penggalian arkeologi, studi literatur.
“Kita yang penting cagar budaya, soal penetapan itu aspek hukumnya, apapun cagar budaya yang di dalamnya ada penemuan arkeologi itu harus dilindungi, ” katanya.
Selain itu  di Sumsel tempat yang ditetapkan sebagai cagar budaya baru Sabo Kingking, makam Ki Gede Ing Suro, BKB, Masjid Agung Palembang, situs-situs di Pagaralam seperti Tinggi Hari, dan Candi Bumi Ayu di PALI.
“Baru sedikit, itu pun terakhir dilakukan tahun 2004. Kita harus lebih cepat lagi menetapkan situs-situs yang ada di Sumsel, termasuk di Palembang, dan memang perlu dibentuk tim ahli cagar budaya, nanti yang akan membuat sertifikasi yang akan diajukan ke pusat pada  situs-situs ini dan ini perlu bergerak cepat menetapkan situs-situs lain,” katanya.#osk 
x

Jangan Lewatkan

Perjalanan Terjal Dompet Dhuafa Sumsel Distribusikan 200 Kurban

Palembang, BP–Dompet Dhuafa Sumatera Selatan berhasil memenuhi targetnya menghimpun 200 pekurban. Kurban dalam bentuk sapi dan kambing setara 200 domba ...