Ultimate magazine theme for WordPress.

Rumah Kontrakan Dijadikan Gudang Narkoba

Ekstasi Rp148 Juta Disita Polisi

 20151207_112332Palembang, BP
Sebuah rumah yang disewa di kawasan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) Palembang dijadikan gudang penyimpanan narkoba jenis shabu dan ekstasi oleh seorang bandar berinisial JN.

Mengetahui informasi tersebut, anggota Unit I Subdit II Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumsel pada Minggu (6/12) sekitar pukul 3 dinihari langsung melakukan penggrebekan di Jalan Aligatmir, Gang Cendana, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan IT I Palembang.

Dengan menyamar sebagai warga biasa, polisi melakukan transaksi barang haram tersebut dengan Yasir Alkap (38) yang tidak lain adalah seorang kurir narkoba dan sekaligus penjaga gudang narkoba. Dari situ polisi bergerak untuk menyergap rumah sewa itu. Sayangnya, JN yang sudah mengetahui kedatangan petugas berhasil melarikan diri.

Dari penangkapan itu, polisi berhasil menyita barang bukti berupa sebanyak 749 butir ekstasi berlogo WB dengan warna biru muda atau senilai Rp148 juta. Selain itu, petugas juga mengamankan shabu seberat 10,8 gram atau seharga Rp8 juta, serta 1 buah timbangan digital.

Menurut keterangan tersangka Yasir Alkap, warga Jalan dr M Isa, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan IT II Palembang saat dihadirkan pada gelar tersangka dan barang bukti, di Mapolda Sumsel, Senin (7/12), dirinya hanya ditugaskan untuk menjaga gudang tersebut oleh pemilik shabu dan ekstasi, yakni JN.

“Rumah yang dijadikan gudang narkoba di 13 Ilir itu sudah disewa oleh JN sejak enam bulan lalu. Tetapi saat penangkapan, JN yang berada di dalam rumah itu berhasil kabur,” ujar tersangka Yasir.

Masih dikatakan bapak dua anak ini, ia terpaksa menerima pekerjaan tersebut karena masih pengangguran. Sedangkan hasil selama enam bulan tersebut sudah habis begitu saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untungnya sedikit, jika terjual saya hanya memperoleh Rp20 sampai Rp30 ribu per butir. Sebungkus itu berisi sekitar 20 butir ekstasi. Itu saja biasanya habisnya sekitar lima sampai delapan hari,” kata tersangka Yasir.

Disinggung apakah masih ada barang haram tersebut dengan jumlah yang banyak dan berapa jumlah paling besar tiap mengambil stok baik shabu maupun ekstasi, Yasir tidak dapat menjelaskannya, karena tiap melakukan itu semuanya dilakukan JN.

Sementara itu, Kasubdit II Ditres Narkoba Polda Sumsel AKBP Parlindungan Lubis menjelaskan, modus yang dijalankan oleh JN ini dengan menyewa sebuah rumah di lokasi penangkapan yang dijadikannya sebagai gudang penyimpanan narkoba.

Bahkan, sambung Lubis, dalam menjalankan bisnis haram itu, JN melakukan penjualan juga di rumah yang disewanya itu. Sedangkan, tersangka Yasir ini bertugas menunggu pelanggan di depan gang, kemudian Yasir juga yang memegang kunci gudang narkoba itu.

“Barang bukti ratusan butir ekstasi dan shabu seberat 10,8 gram sudah diamankan. Akibat ulahnya, tersangka Yasir akan dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Lubis. #rio

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...