Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Minim, Pembuatan Akte Kematian di Banyuasin

Jpeg

Banyuasin, BP

Setiap warga seharusnya membuat akte kematian bila ada keluarganya yang meninggal dunia. Namun hal ini jarang sekali dilakukan oleh penduduk Kabupaten Banyuasin.
Kepala Disdukcapil Hasan Masri melalui Kabid Catatan Sipil Saukani mengatakan, pembuatan akte kematian di Disdukcapil masih rendah. Masyarakat cenderung menganggap keterangan kematian cukup dikeluarkan dari Desa. “Padahal akta kematian itu Disdukcapil yang mengeluarkan berdasarkan aturan perundang-undangan,” jelasnya kepada wartawan, Senin (7/12).
Dia melanjutkan, akte kematian dapat digunakan sebagai pembagian harta warisan, bahkan untuk pengurusan dana pensiun tabungan di  bank bagi penerima waris. “Di Banyuasin sangat minim pembuatan akte kematian, untuk saat ini hanya ada 225 yang mengajukan permohonan pembuatan akte kematian,” jelasnya.
Dengan dibuatnya akta kematian, pihak Disdukcapil dapat langsung melakukan pemuktahiran data kependudukan. Nama warga yang meninggal akan dikeluarkan dari kartu keluarga dan tidak akan dimasukkan lagi pada setiap kegiatan yang membutuhkan data kependudukan. “Seperti pendataan mata pilih dalam pemilihan umum. Sering dijumpai nama warga yang sudah meninggal masih masuk data pemilih tetap. Ini imbas dari kurangnya kesadaran masyarakat membuat akta kematian,” katanya.
Proses permohonan pembuatan akte kelahiran sangat mudah. Pihak keluarga membuat pengajuan ke RT dan diketahui oleh pihak desa dan kecamatan, kemudian ditujukan ke Disdukcapil dengan sistem berjenjang. “Prosesnya sangat mudah dan tidak butuh waktu terlalu lama,” katanya.#mew
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...