Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Tembak Bandar Narkoba, Kena Bocah Tak Berdosa

12 06 -- Bocah Tewas Peluru NyasarPalembang, BP

Penggrebekan terhadap bandar narkoba yang dilakukan jajaran Satuan Reserse Narkoba Mapolresta Palembang di kawasan Jalan Segaran, Lorong Terusan Darat, Gang Aida, RT 11, RW 03 Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I memakan korban. Rendi Anggara, bocah 12 tahun, harus meregang nyawa usai sebutir peluru nyasar menembus kepalanya, Sabtu (5/12).

 

Sebelum meninggal, Rendi sempat kritis dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit RK Charitas‎. Tak lama berselang, ia dinyatakan meninggal dan dibawa ke rumah duka Jalan Pangeran Antasari, Lorong Khotib, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang.

 

Informasi yang dihimpun, peristiwa naas yang menimpa Rendi berawal dari penggrebekan Satres Narkoba Mapolresta Palembang di kawasan tersebut. Korban yang sedang bermain tiba-tiba tumbang setelah terdengar dua kali letusan senjata api yang diduga berasal dari pihak Satres Narkoba Polresta Palembang yang sedang menggrebek bandar narkoba.

 

Meninggalnya Rendi membuat pihak keluarga histeris dan menyesalkan atas apa yang telah menimpa Rendi. Sejumlah keluarga tampak menjerit usai Rendi dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit.

 

Ayah korban, Ujang (40), dengan wajah memerah dan nada tinggi langsung keluar ruangan setelah anaknya dinyatakan meninggal. Bahkan, anggota polisi yang sedang duduk di depan rumah sakit langsung dicaci oleh Ujang, lantaran tak terima anaknya tertembak oleh peluru polisi.

“Anak saya mati, kalian yang tembak. Kenapa tidak menembak saya saja pak,” jerit Ujang yang tampak kesal.

Sama halnya dengan Yuni (35), ibu korban, dia pun tampak dibopong keluar ruangan karena nyaris pingsan saat anaknya dikabarkan meninggal. Yuni berteriak histeris meminta pertanggungjawaban polisi. “Anak saya masih kecil pak. Tega sekali bapak, ya Allah. Anak saya masih kecil, masa depannya masih panjang kenapa harus mati begini,” ucap Yuni.

 

Ditambahkan Yuli, ketika peristiwa itu terjadi dia sedang memasak di dapur. Tiba-tiba terdengar suara tembakan dan anaknya sudah terluka. “Sebenarnya anak saya sedang main dan posisinya di dalam pagar rumah, saya dengar ada tembakan. Tidak tahu berapa kali suaranya, yang saya lihat anakku terjatuh dan tidak bersuara lagi,” kata Yuli.

Ia sudah melaporkan peristiwa itu ke Polda Sumsel dan berencana akan menuntut pelaku penembakan. “Saya sudah lapor ke Polda. Pokoknya saya akan tuntut secara hukum sampai ke pengadilan. Nyawa dibayar nyawa, pelaku harus bertanggung jawab,” kata Yuli emosi.

Peristiwa itu juga disaksikan Saadi, salah seorang tetangga korban. Ia mengaku mendengar suara tembakan tiga kali dari luar rumahnya. “Saya lihat ada yang sedang terguling dan ditembak. Saya melihat korban sedang berada di balik pagar seng, dan berdarah setelah terdengar tembakan,” jelasnya.

Dengan matanya, Saadi menyaksikan korban terjatuh dan mengeluarkan darah dari arah belakang kanan kepalanya. “Yang jelas keluar darah dari bagian belakang kepala. Pelipisnya yang kena. Saya sempat khawatir anak saya juga saat itu sedang main di luar rumah,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Tjahyono Prawoto membenarkan peristiwa tersebut terjadi ketika aparat polresta Palembang dari Sat Narkoba tengah menangkap seorang pengedar narkoba di TKP.

“Sempat terjadi pergumulan antara pengedar dan aparat. Pelaku mengeluarkan pisau dan anggota mengeluarkan tembakan. Namun tembakan yang dikeluarkan anggota rekoset mengenai salah satu anak di TKP,” tegas Tjahyono.

Ia menegaskan, aparat kepolisian bekerja sesuai fakta, karena tengah melakukan tugas untuk menangkap tersangka. Dan berdasarkan informasi dari masyarakat, di kawasan 13-14 Ilir merupakan sarang narkoba.

“Kita tetap pada fakta yang didapat di TKP dan informasi dari masyarakat banyak pengedar narkoba, makanya anggota berusaha untuk melakukan penangkapan. Dan sebetulnya sudah terjadi penangkapan namun terjadi pergumulan hingga tersangka melarikan diri. Dan aparat kita sempat menolong korban yang  terkena peluru,” jelas dia.

Mengenai rencana keluarga korban yang akan menuntut secara hukum, Kapolresta mengatakan, pihaknya mempersilakannya. Karena itu hak keluarga korban. “Ya tak apa-apa. Karena dari hak keluarga dan korban untuk meminta pertanggungjawaban itu tak apa. Kita tadi sudah datang ke keluarga korban dan mudah-mudahan keluarga korban bersabar atas musibah tersebut,” singkatnya.

 

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri yang dikonfirmasi melalui ponselnya mengaku sudah mendapat laporan jika ada warga yang diduga menjadi korban peluru nyasar anggota Polresta Palembang saat melakukan penggrebekan tidak jauh di lokasi kejadian.

“Saya sudah mendapat telepon dan memerintahkan Kapolresta Palembang untuk segera melakukan penyelidikan,” katanya.

Ketika disinggung mengenai jika memang terbukti ada kelalaian dalam melakukan penggrebekan, maka tindakan tegas pastinya akan dilakukan.
“Kapolresta juga saya perintahkan untuk mendatangi rumah korban dan meminta maaf. Selain itu juga, saya perintahkan Kapolresta Palembang untuk melakukan penyelidikan terkait ini,” kata Kapolda.#bel

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...