Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Permasalahan DPT Ganda di OI Akhirnya Clear

IMG-20151204-03406Palembang, BP
Badan Pengawas Pemilihan Umum Sumatera Selatan telah menuntaskan permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang sebelumnya dipermasalahkan pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Kabupaten OI, Helmi Yahya-Muchendi Mahzarekki.
Penyelesaian ini telah disepakati masing-masing pihak. Baik dari kuasa hukum paslon Nomor 1 Helmi-Muchendi, Munarman dan Yose Rizal maupun paslon nomor II, Ahmad Wazir Noviadi-Ilyas Panji Alam yang diwakili kuasa hukumnya, Febuar Rahman dan Dhabi K Gumarya. Serta perwakilan Paslon nomor 3 Sobli Rozali-Taufik Toha, Komisi Pemilihan Umum (KPU) OI, Panitia Pengawas Pemilihan (PanwasIih) OI dan KPU Sumsel, pada Jumat (4/12) lalu di sekretariat Bawaslu Sumsel.
“Kami sudah berikan penjelasan proses dari Bawaslu, termasuk penjelasan dari KPU OI, dibuka data sidalih dari OI, paslon nomor 1 juga menyampaikan sample data temuan mereka dimasukkan di sidalih dan muncul arsirannya. Sudah terdeteksi data ganda, NIK ganda, ganda di TPS sudah terdata,” kata Ketua Bawaslu Sumsel, Andika Pranata Jaya didampingi anggota Bawaslu Sumsel Zulfikar SH dan Kurniawan, Minggu (6/12).
Menurutnya, DPT OI yang akan diturunkan untuk pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) OI 2015 merupakan hasil pemutakhiran yang terakhir sebelum tanggal 9 Desember.
Dan data yang ganda diwarnai dan akan ada edaran KPU OI. Isinya data yang ditandai atau diwarnai tidak akan diberikan surat suara. “Prinsipnya sekali memilih dihitung satu suara juga,” jelasnya.
Pemutahiran DPT sejatinya dilakukan H-6 pencoblosan. Namun setelah batas waktu akhir masih ditemukan data DPT ganda hingga diharuskan diproteksi semuanya.
“Tinggal KPU OI memastikan jajaran dibawahnya clear untuk pemutahiran sata dan kalau masih ada data ganda di hari pemungutan suara dijaga dan itu ada absen kehadiran pemilih. Pemilih di absen satu persatu dan dari situ akan diketahui kalau ada pemilih ganda itu,” katanya.
Sedangkan kuasa hukum paslon Nomor 1 Helmi Yahya- Muchendi Mahzareki, Yose Rizal SH kalau pihaknya konplain dengan DPT OI bermasalah jumlahnya 26.394 .
      “Tadi terbukti , sistim yang kita tandai terbukti dengan sistim yang digunakan oleh KPU OI, , dengan dugaan tersebut bisa disimpulkan itu benar 26.394, persoalannya bagaimana pemutahiran data oleh KPU OI setelah itu diperbaiki pada hari H , kalau misalnya jumlahnya terakhir adalah jumlah pemilih yang benar itu sekitar 267 ribuan maka jumlah harus up date sesuai tuntutan kita , oleh karena itu akan kami hasil akhirnya seperti apa  untuk up date itu tapi KPU OI janji akan akomodir satu hari sebelum hari H, jadi kami tunggu,” katanya.
Sedangkan Paslon nomor II, AW Noviadi-Ilyas Panji Alam diwakili kuasa hukumnya Febuar Rahman SH dan Dhabi Gumarya menilai kalau rapat tersebut hanyalah koreksi terhadap DPT OI.
      “Tapi setelah dijelaskan oleh KPU dan Bawaslu bahwa itu sudah clear dan sudah diperbaiki KPU, kita tidak permasalahkan DPT,” katanya.
      Dan data yang ganda oleh KPU itu dicoret dan saatnya kalau di TPS masih ada yang ganda akan ditandai.
      Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan kalau pada prinsipnya DPT tidak diubah hanya data-data yang ganda harus ditandai dengan cara diarsir, jumlah yang ganda tidak diakomodir dengan surat suara dan dimasukkan di amplop khusus.
      “Yang ganda tetap kita perlakukan khusus agar tidak memilih di TPS dan tidak di akomodir dengan surat suara,” katanya.#osk
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...