Ultimate magazine theme for WordPress.

Kontroversi Ahok Dinilai ‘Pancingan’

 

cempaka_mas_apartemenPalembang, BP

 

            Pernyataan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang kontroversial mengenai perihal mundurnya Jakarta dari tuan rumah Asian Games 2018 dinilai oleh pengamat olahraga Sumsel hanya sebagai pancingan saja.

“Saya pikir itu hanya pancingan saja agar legislatif bisa mempercepat eksekusi Wisma Atlet, meskipun Palembang memang dinilai lebih siap daripada Jakarta. Tapi event ini milik Indonesia jadi tentu masyarakat Jakarta dan intansi terkait tak tinggal diam,” ujar pengamat olahraga, Sukirno kepadaBeritaPagi, Sabtu (5/12).

 

Sukirno menilai, ini tinggal bagaimana dengan Presiden RI menyikapi hal ini sehingga Asian Games 2018 yang merupakan ajang milik Indonesia ini berjalan dengan lancar. Menurutnya, Jakarta harus terus berjuang dengan infrastruktur olahraga yang ada agar nantinya tak ada kendala.

 

Lantas, bagaimana dengan Pengprov Cabor, pelatih hingga atlet nasional menilai kontroversi pernyataan orang nomor satu DKI Jakarta ini?

 

Menurut Rio Maholtra, atlet lari nasional yang berulang kali memperkuat Indonesia diajang Asia Tenggara ini mengatakan bahwa dimana pun Asian Games nanti yang jelas persiapan harus maksimal.

 

Pun juga Jakarta maupun Palembang menurutnya tak menjadi masalah, meskipun dari pengalamannya Palembang dinilai lebih siap karena memiliki dukungan venue yang terpusat di jantung kota dengan puluhan venue dan wisma atlet yang menampung ribuan.

 

“Kalau menurut saya, Jakarta dan Palembang terus mempersiapkan saja mengenai Asian Games biar nanti tak ada kendala. Tapi memang sih, Palembang lebih lengkap sarana olahraganya. Nah kalau Jakarta mungkin perlu ditingkatkan lagi,” kata anggota Paspampres RI ini.

 

Lain halnya dikatakan Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Sumsel, Badrullah Daud Kohar yang menilai pernyataan Ahok alih-alih membuat pancingan malah akan jadi bomerang tersendiri.

 

“Pernyataan itu tentu, saya pikir malah jadi bomerang nanti sehingga Palembang menjadi tuan rumah tunggal Asian Games. Dan saya pikir Pak Presiden objektif kok apa yang harus dilakukan, walaupun dulu beliau adalah Gubernur DKI Jakarta,” tegas Badrullah.

 

Presiden Joko Widodo sambung Badrullah sering meninjau Palembang, artinya tentu pertimbangan objektif mengenai kelengkapan fasilitas olahraga jelas Palembang lebih siap.

 

“Jika yang dikhawatirkan atlet nanti setelah tanding mau wisata, Palembang banyak kok tempat wisata atau mau ke Pagaralam yang memiliki ruan terbuka hijau dengan pemandangan yang bagus. Belum pulau kemarau dan lain-lain,” ujarnya.

 

Dikatakan dia, meskipun berat Palembang pasti bisa jika memang ditantang menjadi tuan rumah tunggal. Pasalnya, ini berkaca dengan persiapan SEA Games 2011 dan event olahraga lain dan baik pembukaan maupun penutupan berlangsung ramai.

 

Sementara itu, pelatih silat nasional Abas Akbar menyatakan bahwa tak mempersoalkan mengenai pernyataan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Akan tetapi yang perlu dipertegas Palembang dan Jakarta harus terus berjuang serta Presiden RI harus turun tangan mengenai wisma atlet yang belum juga kunjung dibangun di Jakarta.

 

“Ini Asian Games milik Indonesia, saya mohon kepada Presiden agar pembangunan Wisma Atlet cepat dilakukan. Saya yakin kok kalau Presiden sudah turun. Memang diakui kalau Sumsel lebih siap dari hal venue dan tentu ini harus menjadi motivasi bagi Jakarta untuk sama-sama menyukseskan Asian Games nanti,” kata dia. #sug

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...