Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-24

Inggris Segera Realisasikan Restorasi Lanskap

Untuk Pengendalian Karhutla di Sumsel

IMG-20151205-WA0008Paris, BP
Sehari setelah ditandatanganinya MoU antara Pemerintah Sumatera Selatan dan IDH The Sustainable Trade Initiative di Amsterdam, berikutnya, Jumat (4/12), Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Country Programme  Kementerian/Department For International Developmen (DFID) Mrs. Joy Hutcheon di London Inggris.
Pemerintah Inggris akan melakukan program restorasi lanskap Sumatera Selatan sebagai model pengelolaan Restorasi Lanskap Hutan berkelanjutan Dunia.
Alex tampil pada Forum Global Leader Summit Konferensi Perubahan Iklim CoP 21 Paris bersama Al Gore, Walikota Berlin dan CeO Unilever Paul Polman, dan diwawancarai secara khusus oleh Leonardo di Caprio.
Rangkaian kegiatan Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin pada Konferensi Perubahan Iklim Dunia CoP 21 Paris telah membuahkan hasil dalam upaya Provinsi Sumatera Selatan untuk mewujudkan Kemitraan
Pengeloaaan  Lanskap/Ekoregion yang terpadu dan berkelanjutan atau Integrated Sustaibable Ecoregion Management Partnership.  Rangkaian kegiatan Gubenur Sumatera Selatan Alex Noerdin pada kegiatan CoP
tersebut selain penandatangan MoU antara Pemerintah Sumatera Selatan dengan IDH The Sustainable Trade Initiative di Amsterdam dan mendiskusikan tentang rencana implementasi program dengan Direktur
Jenderal Country Programme  Kementerian/Department For International Developmen (DFID) Inggeris dan Direktur Jenderal ZSL di London Inggeris di London, juga berbicara pada Forum Global Leader
Summit di Paris.
Pilot proyek yang telah dirintis dan akan segera diimplementasikan di
Sumatera Selatan mulai Januari 2016 yakni restorasi lanskap di Kawasan
Hutan Dangku Musi Banyuasin dan Taman Nasional Sembilang
Banyuasin.  Kegiatan tersebut merupakan suatu kerjasama internasional
antara Pemerintah Inggeris dengan Pemerintah Norwegia yang didukung
oleh IDH dari Belanda dengan pelaksana kegiatan di lapangan oleh ZSL
London.  Rencana aksi telah disiapkan untuk jangka waktu 5 (lima)
tahun 2016 – 2020 yang disinergikan dengan rencana Pemerintah
Provinsi Sumatera Selatan melalui kegiatan Desa Peduli Api (Fire Free
Village) untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara dini.
Terkait inisiasi kegiatan restorasi lanskap tersebut, Gubernur Sumatera
Selatan Alex Noerdin telah diundang untuk berbicara pada forum Global
Leader Summit di Paris Jumat 4 Desember 2015 bersama tokoh-tokoh
terkemuka di dunia yakni Al Gore, Paul Polman CeO Unilever dan
Walikota Berlin.   Alex Noerdin mendapat apresiasi yang luar biasa dari
peserta yang hadir dari berbagai delegasi negara-negara peduli
perubahan iklim karena secara gamblang dan berani mengemukakan
kebakaran lahan di Sumatera Selatan dan menyampaikan solusi melalui
kegiatan kemitraan pengelolaan lanskap.  Alex Noerdin merupakan satu-
satunya tokoh dari Indonesia yang tampil pada forum tersebut.  Setelah
berbicara pada forum tersebut, Alex Noerdin secara khusus
diwawancarai oleh Leonardo di Caprio ( pemeran
utama Film Titanic) untuk menjelaskan tentang kebakaran lahan dan
rencana restorasi lanskap di Sumatera Selatan.
Pada kesempatan berikutnya Alex Noerdin dijadwalkan untuk berbicara
pada Global Landscape Forum (GLF) dan Indonesian Pavilion.  Di
Indonesia Pavilion, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mendapat
kehormatan satu-satunya Gubernur di Indonesia mewakili Provincial
Government untuk menyampaikan tentang kegiatan REDD+ dan
penurunan emisi melalui kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha
dan masyarakat atau Public Private People Partnerships.  Sumatera
Selatan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan pada Tahun
2016 melalui APBD Sumatera Selatan telah menganggarkan kegiatan
untuk 25 lokasi Desa Peduli Api dan juga telah mendapat dukungan dari
anggaran CPO Fund Badan Pengelola Dana Perkebunan sebanyak 25
lokasi.  Dari dana transisi REDD+ Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan RI, yang didukung oleh Pemerintah Norwegia, akan
disiapkan berbagai aktifitas yang menyangkut pemberdayaan
masyarakat di lokasi rawan kebakaran dan juga kegiatan pembenahan
pengelolaan tata air gambut yang akan dikerjasamakan dengan
Perguruan Tinggi,LSM dan Donor Internasional lainnya.  Kegiatan
tersebut telah mendapat komitmen dan dukungan kemitraan dari 23
perusahaan yang bergerak di sektor usaha perkebunan kelapa sawit dan
Hutan Tanaman Industri (HTI). #rel

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...