Ultimate magazine theme for WordPress.

‘Fly Over’ Terapkan 3 Fase

flyover macettttPalembang, BP

Kemacetan di sekitar fly over Simpang Jakabaring belum terurai, masih terjadi penumpukan kendaraan saat menaiki jembatan Ampera, Jumat (4/12). Kemacetan terjadi mulai dari pukul 6.30 hingga sekitar pukul 08.00.

“Kami sedang rapat, nanti ya,” kata Kepala Bidang Transportasi Jalan dan Rel Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Supriyanto, saat ditanya soal rekayasa lalu lintas dan kemacetan yang terjadi di Ampera, kemarin.

Agus tidak memberikan konfirmasi apa pun terkait kondisi lalu lintas di kawasan fly over, apalagi rencana penanganan kemacetan yang terjadi. Bahkan beberapa kali dihubungi Agus mengaku sedang rapat dengan Kepala Dinas sehingga tidak dapat memberikan konfirmasi yang dibutuhkan.

Jalan atas fly over telah dibuka, hanya saja kemacetan tetap terjadi terutama arus dari Kertapati, Jakabaring, dan Plaju saat menaiki jembatan Ampera. Volume kendaraan saat pagi dan sore hari membludak, sehingga antrean kendaraan memicu terjadi kemacetan.

Hanya saja saat siang harinya, jalan tampak normal. Penerapan tiga fase telah diterapkan sama persis dengan yang dilakukan di fly over Simpang Polda. Untuk penerapan aturan kendaraan, arus dari Jakabaring ke Plaju, dan dari Ampera ke Kertapati dibuat berbarengan.

Di atas jembatan, dibuat arus kendaraan tanpa hambatan. Sementara dari arah Kertapati ke Plaju yang selama ini ditutup, kini akses dibuka kembali. Termasuk arah sebaliknya dari Plaju ke Kertapati tetap harus menunggu traffick light.

“Arus kendaraan dari bawah Ampera itu sudah seharusnya ditutup, sementara di median jalan mengarah ke Ampera dihilangkan, atau dibongkar, sehingga jalan cukup lebar untuk menaiki jembatan Ampera,” kata Riki (30), pengendara mobil yang mengaku setiap hari melintasi jalan ini.

Riki juga berharap agar Dishub maupun Satlantas untuk membenahi sistem rekayasa dari Ampera ke Merdeka dan Sudirman, karena masih ada persilangan. “Harusnya dicarikan solusi, kalau masih ada persilangan, jalan ini akan tetap macet,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah pengendara cukup kesal ketika tidak ada petugas yang menjaga arus di pangkal jembatan Ampera saat sore harinya. Jalan dari kawasan 7 Ulu yang ditutup dilanggar pengendara sehingga tetap terjadi penumpukan kendaraan kendati sudah sempat ditutup.

Ferly (35), mengatakan seharusnya lajur yang ditutup dijaga oleh petugas, namun ketika sore kemarin dirinya tidak melihat ada petugas yang berjaga, sehingga terjadi penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan.

“Arus dari fly over cukup lancar, namun brikade yang dipasang petugas menutup arus dari 7 Ulu ke Ampera dilanggar pengendara, sehingga kendaraan naik semua ke Ampera, jadi arus yang dari Jakabaring, Plaju, dan Kertapati harus menunggu kendaraan ini naik, baru bisa jalan,” ujarnya.

Menurutnya, ketika brikade ditutup, tetap harus dijaga ketika jam sibuk. Jika tidak dijaga penerapan penutupan jalan tidak mengurangi kemacetan. Bahkan makin parah, karena panggaran bisa menyebabkan kecelakaan. #ren

 

 

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...