Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Belum Bisa Digarap, Sawah Warga Terancam Jadi Belukar

IMG_20151204_150804Muaraenim, BP
            Dampak kemarau panjang selama 6 bulan lebih yang melanda Kabupaten Muaraenim menimbulkan keretakan tanah sawah milik masyarakat yang cukup parah, karena diduga keretakan sawah-sawah masyarakat cukup dalam sehingga curahan hujan yang telah turun secara rutin sejak pertengahan bulan November lalu belum berhasil menggenangi sebagian besar sawah-sawah masyarakat di Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muaraenim.
Akibat keretakan petak-petak sawah yang cukup dalam tersebut menjadikan sawah-sawah masyarakat di daerah pernghujung Kabupaten Muaraenim menjadi terancam tidak bisa di garap dimusim tanam yang akan dimulai Februari 2016 mendatang, bahkan kondisi persawahan masyarakat yang seharusnya sudah mulai dibajak menggunakan traktor sudah mulai ditumbuhi rumput liar yang mulai membentuk semak belukar.
 Arifin salah satu warga Semende yang ditemui mengakui kalai saat ini kondisi air irigasi sudah mulai normal, untuk mandi cuci masyaakat sduah tidak kesulitan lagi dan tidak perlu jauh mengangkut dari sungai yang harus ditempuh hingga 5 kilometer seperti musim kemarau lalu,tapi air ini baru untuk kebutuhan mandi cuci dan air bersih saja, sedangkan untuk membajak sawah sepertinya masih harus menunggu lagi,sebab airnya belum bisa menggenangi petak-petak sawah,setiap dialirkan ke petak-petak sawah langsung menyerap ke dalam tanah.
Diungkapkan Arifin (55), beberapa petak sawah yang ada dekat saluran saluran air yang sudah dibajak menggunakan traktor serta sudah menutup retak-retak pada plang-plangnya,n amun upaya tersebut masih belum berhasil, air hanya akan tergenang beberapa menit saja, setelah itu bunyi air sedang mneresap akan terdengar diberbagai sudt petak sawah,dicoba lagi dilakukan pembajakan dengan harapan retak-retak tersebut bisa tertutup rapat,namun tetap saja belum berhasil menggenangkan air,” ujarnya. #nur
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...